Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim untuk aktif berperan dalam rantai pasok pangan, khususnya mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai, MBG bukan sekadar program sosial, melainkan pintu masuk strategis bagi dunia usaha lokal untuk terlibat dalam sektor penyediaan bahan pangan. Ia meminta HIPMI tidak hanya berfokus pada pembangunan dapur MBG, tetapi juga menjangkau sistem distribusi dan penyediaan bahan baku.
“Untuk sebuah dapur MBG memerlukan banyak rangkaian rantai pasok yang bisa dilaksanakan oleh HIPMI di antaranya adalah sumber daging, sumber telor, sumber ikan,” ujar Seno, Selasa (2/12/2025) kemaren.
Program MBG menargetkan peningkatan gizi anak-anak di seluruh Indonesia. Di Kaltim, kebutuhan logistik program ini menuntut sistem distribusi yang kuat dan stabil, termasuk komoditas pokok seperti beras.
Seno menyoroti bahwa hingga saat ini Kaltim masih bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah. Karena itu, keterlibatan pengusaha lokal dalam pengembangan sektor pertanian menjadi semakin krusial.
“Karena kita ketahui bahwa Kaltim saat ini belum swasembada beras,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menyampaikan perkembangan positif dalam capaian swasembada pangan. Saat ini, Kaltim sudah mampu memenuhi 60 persen kebutuhan berasnya sendiri, naik signifikan dari hanya 30 persen sebelumnya.
“Dari yang sebelumnya hanya 30 persen kebutuhan beras di Kaltim, kini Kaltim sudah bisa menyuplai 60 persen kebutuhan beras di Kaltim,” jelasnya.
Ia menargetkan swasembada penuh dapat tercapai pada 2026. Dalam proses itu, HIPMI diharapkan menjadi mitra utama dalam mengembangkan lini usaha pertanian dan mendukung infrastruktur logistik pangan.
“Kita ingin tahun 2026 Kaltim bisa swasembada beras 100 persen, sehingga ada banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan oleh HIPMI di Kaltim termasuk MBG,” ujarnya.
Seno juga berharap HIPMI dapat terus melakukan inovasi dalam sektor pangan dan menjadi sumber informasi yang relevan bagi generasi pengusaha muda di Kaltim.
“Pemprov akan terus mendukung kegiatan-kegiatan HIPMI di Kaltim ke depannya,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda, Kaltim optimis dapat membangun kemandirian pangan sekaligus menyukseskan program nasional yang berdampak langsung bagi generasi masa depan. (ADV).
