Jakarta – “Listrik akan menyala kembali seperti saklar harapan yang ditekan setelah gelap panjang.” Pemerintah menetapkan target rampungnya perbaikan tower listrik bertegangan tinggi di lokasi banjir dan longsor di Sumatera pada Jumat (5/12/2025), setelah mempercepat jadwal perbaikan dari semula 5–6 hari menjadi hanya 2–3 hari.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dalam konferensi pers di Posko Terpadu TNI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025). Ia menjelaskan bahwa perbaikan tower tersebut penting agar jalur transmisi seperti Arun–Bireun SUTT dan Tarutung–Sibolga SUTT yang sempat padam bisa segera menyalakan kembali listrik di daerah terdampak.
Menurut data dari PT PLN (Persero), sebanyak 12 tower SUTT roboh akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Untuk mengatasi hal itu, PLN bersama TNI telah menurunkan hingga 500 personel ke lokasi terdampak, dengan distribusi personel serta material melalui jalur udara dengan dukungan helikopter maupun jalur darat, demi menjangkau daerah-daerah yang aksesnya terputus.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menyebut bahwa di kota seperti Sibolga telah berhasil dipulihkan sistem kelistrikannya sejak awal Desember, sebagai bagian dari upaya pemulihan secara luas.
Pemerintah juga tak hanya fokus pada aliran listrik layanan telekomunikasi dilaporkan ikut dalam prioritas pemulihan, dan ribuan personel telah diterjunkan untuk memperbaiki jaringan komunikasi di wilayah terdampak.
Harapannya, dengan target penyelesaian tower pada Jumat, berbagai layanan dasar seperti listrik dan komunikasi bisa pulih, sehingga warga terdampak bencana dapat segera memulihkan aktivitas harian dan layanan publik dapat kembali berjalan normal.
