Tenggarong – Komitmen terhadap pemberdayaan keluarga di Kabupaten Kutai Kartanegara kembali ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Kukar di Kecamatan Muara Muntai pada Jumat (14/11/2025) kemaren.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Muara Muntai ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP-PKK Kukar, Andi Deescha Pravidhia Aulia. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Monev bukanlah sekadar agenda formal tahunan, melainkan bagian penting dari proses peningkatan kualitas implementasi 10 Program Pokok PKK di seluruh tingkatan wilayah.
“Monitoring dan evaluasi ini adalah bagian penting dari upaya kita untuk memastikan bahwa program-program PKK benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegas Andi Deescha.
Ia juga mengapresiasi semangat dan dedikasi kader PKK di Muara Muntai yang dinilai terus menunjukkan konsistensi dalam melayani masyarakat. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh pengurus PKK di kecamatan hingga desa/kelurahan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi, sehingga setiap program dapat berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan riil warga.
Tim Monev TP-PKK Kukar dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan program di tingkat desa dan kelurahan. Peninjauan ini mencakup aspek administrasi, keberhasilan program, serta dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan Monev ini. Ia berharap kehadiran TP-PKK Kabupaten Kukar dapat menjadi motivasi tambahan bagi kader-kader di wilayahnya untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi dalam pembangunan berbasis keluarga.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan TP-PKK Kukar. Ini mendorong kami untuk terus memperbaiki pelayanan dan memperkuat peran PKK di masyarakat,” ujar Mulyadi.
Acara pembukaan turut dihadiri seluruh pengurus TP-PKK kecamatan, perwakilan desa dan kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi untuk menjamin keberlanjutan program pemberdayaan keluarga yang responsif dan inklusif. (ADV).
