Sangatta – Komitmen menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kini menjadi bagian integral dari kebijakan pendidikan di Kutai Timur. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim meluncurkan perluasan program tambahan jam pelajaran Al-Quran dari sebelumnya delapan sekolah menjadi 39 sekolah negeri yang tersebar di wilayah Sangatta Utara dan Selatan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis agama di sekolah umum. Program ini digagas sejak 2023 sebagai proyek percontohan dan mendapatkan respons positif dari sekolah maupun orang tua siswa.
“Alhamdulillah responnya cukup bagus, hasil level cukup bagus. Maka tahun ini kita tingkatkan dari 8 menjadi 39 sekolah,” kata Mulyono, Minggu (9/11/2025).
Peningkatan skala program ini mencakup 31 SD dan 9 SMP Negeri, masing-masing tersebar di Sangatta Utara (17 SD dan 6 SMP) serta Sangatta Selatan (14 SD dan 3 SMP). Program ini memberikan dua jam tambahan pelajaran Al-Quran setiap minggu, yang diajarkan oleh guru khusus yang direkrut langsung oleh Disdikbud dan diberikan honorarium.
“Senin sudah untuk seleksi guru-gurunya. Kita merekrut 160 guru untuk mengajar di 39 sekolah tadi,” papar Mulyono mengenai proses rekrutmen yang sedang berlangsung.
Mulyono menegaskan bahwa tujuan utama program ini sangat mendasar, yakni memastikan lulusan sekolah umum di Kutim memiliki pemahaman agama yang cukup, khususnya dalam kemampuan membaca dan memahami Al-Quran.
“Saya ingin minimal anak-anak kita lulus SD atau SMP itu minimal membaca Al-Qurannya sudah fasih, baik dari makhorijul hurufnya, tajwidnya maupun tartilnya,” tegasnya.
Selain aspek kefasihan, target lainnya adalah agar para siswa mampu menghafal Juz 30 sebagai pondasi spiritual. Untuk ke depan, Mulyono juga merencanakan peningkatan kualitas pengajaran agama melalui standardisasi bacaan Al-Quran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di seluruh wilayah Kutim.
Dengan perluasan program ini, Disdikbud berharap lulusan sekolah negeri tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan. (ADV).
