Mojokerto – Pagi yang cerah di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, menjadi saksi apel pembukaan kegiatan Maraton Maksimalkan Pemeliharaan JTM dengan Borderless antar Unit. Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan pentingnya menggunakan listrik secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Wawali menegaskan bahwa energi listrik bukanlah sesuatu yang bisa dikonsumsi seenaknya. Ia mengajak masyarakat untuk memahami keterbatasan sumber daya dan pentingnya berbagi dalam penggunaannya.
“Energi listrik ini tidak boleh dikonsumsi dengan semena-mena. Karena kita harus ingat, pasokannya terbatas. Kita harus belajar berbagi dan memahami adab dalam menggunakan energi listrik,” ujarnya.
Lebih jauh, Wawali Arisandi menjelaskan bahwa listrik telah menjadi fondasi utama dalam kehidupan modern, mulai dari industri hingga teknologi digital.
“Dari listrik, kita bisa mengonversinya menjadi panas, dingin, hingga gerak. Bahkan kini listrik adalah sumber energi bagi ‘mesin berpikir’ seperti AI. Hidup modern tak bisa lepas dari listrik,” imbuhnya.
Apel maraton ini juga menjadi panggung sinergi antarlembaga, khususnya antara Pemerintah Kota Mojokerto dan PLN. Manager PT PLN UP3 Mojokerto, Muhammad Syafdinnur, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas unit untuk meningkatkan keandalan jaringan listrik.
“Koordinasi yang solid menjadi kunci dalam memastikan pelayanan PLN yang handal, cepat, dan berkelanjutan bagi semua pelanggan — dari rumah tangga hingga industri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah bekerja sama dengan PLN dalam menjaga pasokan energi di wilayah Mojokerto.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Mojokerto, OPD, Polres, BPBD, DLH, serta seluruh pihak atas sinergi yang luar biasa. Ini semua menopang pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat,” lanjut Syafdinnur.
Ia berharap kegiatan teknis seperti ini tidak hanya jadi rutinitas, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dan kerja sama yang lebih luas antara PLN, pemerintah, dan masyarakat.
“Semoga kolaborasi ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Apel ini diikuti oleh 208 personil yang akan bekerja di 254 titik, terdiri dari 54 titik Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan 200 titik perabasan pohon. Kegiatan ini menjadi upaya konkret menjaga keandalan jaringan listrik Mojokerto agar tetap tangguh di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.
