Padang – Komitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat ditunjukkan dengan kehadiran langsung Wakil Bupati H. M. Ihpan dalam forum strategis yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Padang. Forum yang berlangsung selama empat hari mulai Senin (20/10/2025) ini menjadi momentum bagi Pasaman Barat untuk menawarkan potensi investasinya secara detail dan strategis.
Wabup Ihpan mengikuti dua agenda utama, yakni Rapat Koordinasi Perekonomian dan sesi khusus “Desk Potensi Peluang Investasi”. Dalam forum ini, seluruh kepala daerah diundang untuk mempresentasikan langsung kekuatan investasi daerah masing-masing di hadapan tim pembahas provinsi. Kehadiran Ihpan bersama jajaran teknis menunjukkan keseriusan Pasaman Barat dalam membuka pintu investasi secara luas.
“Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif strategis ini. Kami hadir di Padang dengan kesiapan penuh,” ujar Ihpan usai pembukaan forum di Auditorium Gubernuran.
Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi peluang emas untuk menunjukkan bahwa Pasaman Barat memiliki rencana investasi yang matang dan layak untuk dikembangkan. Wabup optimistis, dengan presentasi yang komprehensif, peluang investasi di sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan pariwisata dapat menarik minat investor.
“Muara dari semua upaya ini adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan terbukanya lapangan kerja baru demi kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat,” tambahnya.
Agenda ini dilandasi Surat Gubernur Sumbar Nomor 500/88/X/Eko-Setda/2025 yang menginstruksikan seluruh kepala daerah hadir dan memaparkan potensi investasi di daerah masing-masing. Acara dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dengan tema “Tantangan dan Ekonomi Investasi Kab/Kota Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Tahun 2025-2029”.
Beragam narasumber kompeten hadir, mulai dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Kepala Kanwil DJPb Sumbar hingga akademisi Prof. Dr. Syafruddin Karimi. Sesi “desk” menjadi titik krusial di mana Pasaman Barat dijadwalkan melakukan presentasi pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 09.30 WIB.
Ihpan menyebut seluruh dokumen pendukung dan materi sudah disiapkan secara matang untuk meyakinkan tim pembahas. Ia berharap hasil akhir forum ini menjadi peta jalan investasi yang terintegrasi, khususnya untuk lima tahun ke depan sesuai amanat Perda RPJMD Sumbar 2025–2029.
Dengan langkah konkret ini, Pemkab Pasaman Barat berharap forum investasi di Padang dapat menjadi titik tolak akselerasi pembangunan ekonomi daerah yang lebih merata dan berkelanjutan.
