Jombang – Di balik pembangunan yang tampak sederhana, tersimpan harapan besar bagi masa depan pendidikan. Itulah yang tercermin dari proses revitalisasi SDN Jogoloyo di Kecamatan Sumobito, yang kini sedang berlangsung sebagai bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025.
Pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 mengucurkan dana sebesar Rp986.830.673 untuk membiayai proyek ini. Pelaksanaan dimulai sejak 1 Agustus dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025, atau selama 150 hari kalender. Proyek ini dikelola langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan pelaksana lapangan Oka dan mandor Agus yang bekerja di bawah pengawasan Kepala SDN Jogoloyo, yang dikenal dengan sapaan akrab “Abah”.
Abah menekankan bahwa pembangunan ini bukan sekadar memperbarui bangunan, tetapi lebih dari itu—menghidupkan kembali semangat belajar seluruh sivitas sekolah.
“Revitalisasi ini bukan hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat baru bagi seluruh warga SDN Jogoloyo. Kami berkomitmen menjaga kualitas agar hasilnya maksimal dan sesuai harapan,” ujar Abah.
Menurutnya, suasana belajar yang kondusif menjadi kunci peningkatan mutu pembelajaran. Dengan infrastruktur yang layak dan aman, anak-anak akan lebih nyaman dalam menerima pelajaran, dan guru pun bisa mengajar dengan lebih optimal.
Proyek ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, terutama masyarakat sekitar yang melihat sekolah sebagai pusat tumbuhnya nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Revitalisasi ini diharapkan menjadi pemantik perubahan positif jangka panjang dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Jombang.
Tak hanya itu, langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan, termasuk di sektor pendidikan dasar di daerah. Proyek serupa juga dijadwalkan menyentuh berbagai satuan pendidikan lain di berbagai daerah di Indonesia pada tahun yang sama.
Dengan pembangunan yang terus berlanjut, revitalisasi SDN Jogoloyo menjadi contoh nyata bahwa pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung seluruh proses pembelajaran.
