Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) perdana Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IkaT Nusantara) akan digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025, di Ambara Hotel, Jakarta. Ketua Umum IkaT Nusantara, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang, menyerukan agar seluruh perwakilan daerah hadir dan bersatu demi memperkuat solidaritas masyarakat Toraja di perantauan maupun kampung halaman.
Frederik menegaskan bahwa Munas ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi forum strategis untuk membangun komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Toraja, khususnya di sektor sosial, budaya, dan pariwisata. Ia mengajak diaspora Toraja agar hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga menyumbangkan gagasan konstruktif demi kemajuan bersama.
“Munas ini harus menjadi titik awal IkaT Nusantara hadir nyata di tengah masyarakat. Kita butuh kebersamaan, bukan sekadar eksistensi formal organisasi,” ujar Frederik dalam rapat pemantapan di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025).
Munas Ke-1 ini dijadwalkan dihadiri Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Sp.A., Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, ST, M.Ak., serta tokoh-tokoh Toraja dari berbagai kota besar di Indonesia.
Salah satu yang turut hadir mewakili Kabupaten Kutai Timur adalah Eko Sugiarto, SH., MH., tokoh muda Toraja yang dikenal aktif di bidang hukum dan sosial. Bersama Eko, delegasi Kutim juga diperkuat oleh Piter Buyang, S.PI, M.Si., Daniel Karangan, SE., dan Desem.
Eko menilai Munas ini sebagai momentum strategis untuk membangkitkan semangat kolektif masyarakat Toraja di seluruh nusantara. “Kami datang bukan hanya membawa nama Kutai Timur, tapi membawa semangat persatuan. Toraja harus bersatu untuk menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Eko juga menekankan pentingnya organisasi IkaT Nusantara menjadi wadah yang aktif dalam mendukung persoalan sosial dan advokasi hukum bagi perantau Toraja. Ia mengapresiasi kepemimpinan Frederik Kalalembang yang konsisten mendorong semangat gotong royong lintas wilayah.
Sementara itu, Frederik Kalalembang memberi perhatian khusus pada peran Perempuan Ikat Nusantara (PIN) yang dipimpin Ny. Christine Frederik Kalalembang. Ia berharap PIN hadir secara penuh dalam Munas dan ikut memberikan kontribusi strategis. “Peran ibu-ibu luar biasa dalam menjaga kekompakan dan menjadi tiang doa di setiap kesulitan,” katanya.
Dalam Munas nanti, agenda utama meliputi penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pemilihan pengurus baru, serta perumusan strategi organisasi ke depan. Frederik menyebut pendekatan JFK—Jaringan, Finansial, dan Keamanan—akan menjadi fokus arah gerak IkaT Nusantara ke depan.
Munas ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan bermanfaat jangka panjang serta memperkuat jejaring sosial dan ekonomi masyarakat Toraja. Frederik juga menekankan pentingnya semangat persatuan di tengah keberagaman latar belakang peserta.
“Bersatu adalah harga mati. Jangan terjebak pada perbedaan kecil. Fokus kita adalah Toraja yang lebih maju dan bersatu,” tegasnya.
