Sidoarjo – “Dulu kami harus ke sungai, sekarang bisa lebih sehat dan aman.” Ucapan ini menggambarkan harapan puluhan warga Desa Gempolsari saat mengikuti sosialisasi bantuan sanitasi yang digelar di Aula Balai Desa Gempolsari pada Selasa (17/6/2025). Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki jamban pribadi di rumahnya.
Pelaksana Harian Kepala Desa Gempolsari, Mohammad Yasin, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa program ini diberikan kepada warga kurang mampu yang selama ini masih membuang air besar sembarangan. Ia menekankan pentingnya keberadaan fasilitas sanitasi yang layak demi mendukung kesehatan lingkungan desa.
“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam rangka mengikuti sosialisasi tahapan program sosial bantuan WC (jamban),” ujar Yasin di hadapan warga.
Yasin juga menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan fisik program, tim dari Dinas Perkim akan melakukan survei langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. Survei ini bertujuan untuk memastikan kelayakan lokasi pemasangan dan kebutuhan teknis lainnya.
Sementara itu, pendamping dari Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo, Agus, menjelaskan bahwa program bantuan tahun ini disertai syarat tambahan. Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih longgar, kini usulan penerima juga harus melewati seleksi ketat dari dinas sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.
“Kalau tahun lalu yang penting belum punya WC langsung dapat bantuan. Tapi tahun ini ada beberapa syarat tambahan,” jelas Agus. Ia menambahkan bahwa pekerjaan fisik pembangunan jamban akan dimulai sekitar bulan Juli setelah survei selesai dilakukan.
Kepala Bidang Permukiman P2CKTR Kabupaten Sidoarjo, Slamet Budiarto, dalam keterangan terpisah menyebut bahwa masing-masing kepala keluarga penerima akan menerima bantuan senilai Rp8 juta. Namun, pembelian kloset dilakukan secara mandiri oleh warga, sesuai petunjuk teknis program.
“Harapannya program ini bisa berkelanjutan. Warga juga harus mulai menabung untuk biaya penyedotan septic tank secara berkala, cukup Rp10 ribu per bulan,” ujar Slamet. Ia menyebut bahwa pihaknya telah menggandeng Bank Delta Artha untuk memfasilitasi program tabungan penyedotan ini.
Salah satu warga penerima manfaat, Mbah Kaserin (76), mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemerintah Desa Gempolsari. Ini sangat membantu kami, khususnya warga kecil seperti saya,” ungkapnya penuh syukur.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini belum memiliki akses terhadap sanitasi layak.
