Balikpapan – Aksi kepedulian terhadap kebangsaan dan nasionalisme kembali menguat melalui acara yang digelar oleh KH. Aus Hidayat Nur (Anggota DPR – MPR RI Fraksi PKS Dapil Kalimantan Timur). Acara ini mengangkat tema penting seputar Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara serta hubungan eratnya dengan pergerakan mahasiswa dalam memelihara semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
KH. Aus Hidayat Nur, dalam pidatonya, menekankan pentingnya pemahaman dan internalisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan harus menjadi garda terdepan dalam mempraktikkan nilai-nilai luhur tersebut. “Empat pilar ini bukan sekadar teori, melainkan pedoman hidup yang harus dijalankan dalam setiap aspek kehidupan. Mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, harus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai ini,” ujarnya di Balikpapan, Sabtu (22/2/2025).
Lebih lanjut, KH. Aus Hidayat Nur menjelaskan bahwa nasionalisme tidak hanya tentang mencintai tanah air, tetapi juga tentang berkontribusi secara nyata untuk kemajuan bangsa. Dalam konteks ini, KAMMI sebagai organisasi mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan melalui berbagai aksi nyata. “KAMMI harus menjadi motor penggerak yang membawa semangat nasionalisme ke tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda,” tambahnya.
Selain membahas Empat Pilar Kebangsaan, acara ini juga mengusung konsep **green leadership** atau kepemimpinan berwawasan lingkungan. KH. Aus Hidayat Nur mengajak para kader KAMMI untuk mengembangkan kepemimpinan yang tidak hanya visioner, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam. “Kepemimpinan masa depan harus mampu memadukan semangat nasionalisme dengan kepedulian terhadap lingkungan. Green leadership adalah jawaban untuk menciptakan pemimpin yang tidak hanya berpikir tentang keuntungan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan bangsa dan alam,” tegasnya.
Konsep green leadership ini sejalan dengan tantangan global yang dihadapi saat ini, di mana isu lingkungan seperti perubahan iklim, deforestasi, dan polusi semakin mengemuka. Melalui green leadership, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menggerakkan aksi-aksi yang mendukung kelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon, pengurangan sampah plastik, dan kampanye energi terbarukan. “Kita tidak bisa hanya berpangku tangan. Mahasiswa harus turun tangan dan menjadi bagian dari solusi,” ujar KH. Aus Hidayat Nur.
Acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan para peserta. Mereka diajak untuk merenungkan peran mereka sebagai mahasiswa dalam menjaga keutuhan bangsa dan merespons isu-isu lingkungan. Salah satu peserta, Rina, mahasiswa Universitas Mulawarman, mengungkapkan antusiasmenya. “Acara ini membuka wawasan saya tentang pentingnya menggabungkan nasionalisme dengan kepedulian lingkungan. Saya merasa terinspirasi untuk melakukan aksi nyata di kampus dan masyarakat,” ujarnya.
Aksi nyata KAMMI dalam acara ini tidak hanya terbatas pada diskusi, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk penanaman pohon di sekitar lokasi acara. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen KAMMI untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara para kader. “Penanaman pohon ini adalah langkah kecil yang kami lakukan untuk menjaga lingkungan. Kami berharap aksi ini dapat menginspirasi banyak pihak,” kata Fahmi, Koordinator KAMMI Kalimantan Timur.
Acara ini ditutup dengan deklarasi komitmen KAMMI untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan mengembangkan green leadership di kalangan mahasiswa. KH. Aus Hidayat Nur memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan antusiasme para peserta. “Saya yakin, dengan semangat yang kalian miliki, KAMMI akan menjadi kekuatan penggerak yang membawa perubahan positif bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan dan prinsip green leadership, KAMMI berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Acara ini tidak hanya memperkuat ikatan solidaritas antar mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan kelestarian alam.
Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, KAMMI dan generasi muda Indonesia diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan masa depan, baik dalam aspek sosial, politik, maupun lingkungan. Dengan semangat nasionalisme dan kepemimpinan berwawasan lingkungan, masa depan Indonesia yang lebih baik bukanlah sekadar impian, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.
