Sangatta – Menjelang pergantian tahun 2024, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, melaksanakan evaluasi kinerja pegawai di instansinya. Evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh pegawai yang berhalangan hadir, baik karena izin maupun sakit, memberikan laporan yang jelas dan terperinci kepada atasan mereka.
Junaidi menekankan pentingnya kejujuran dari para pegawai terkait kondisi mereka. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci untuk menjaga hubungan kerja yang baik antara pimpinan dan bawahan.
“Pegawai harus jujur. Jika sakit, beri tahu apa sakitnya. Saya bisa bantu fasilitasi ke dokter langsung, memberikan obat, dan sebagainya. Semua itu akan menggunakan dana pribadi,” ungkap Junaidi saat menyampaikan hasil evaluasi.
Selain evaluasi, Junaidi juga mengadakan kunjungan langsung ke rumah pegawai atau yang dikenal dengan istilah “blusukan.” Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memberikan perhatian kepada pegawai yang sedang sakit.
Menurut Junaidi, kunjungan ini bukan untuk memberikan tekanan atau paksaan kepada pegawai yang sakit, melainkan sebagai bentuk dukungan moral dan rasa peduli.
“Saya tidak pernah memaksakan pegawai yang sakit untuk bekerja. Kami memahami bahwa akhir tahun ini banyak kegiatan yang memerlukan tenaga ekstra. Namun, bagi mereka yang sakit, kami pastikan ada pendampingan, baik melalui video call dengan dokter atau pengiriman obat melalui kurir,” jelas Junaidi.
Dalam kunjungan tersebut, Junaidi didampingi oleh Ani Saidah, Kepala Bidang Ketahanan Kesejahteraan Keluarga (Kabid KKK), Herliana, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, PLT Kabid Penyuluh dan Penggerakan Oktama Mulyadi, serta beberapa staf lainnya. Selain memberikan perhatian kepada pegawai yang sakit, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan pembinaan dan edukasi guna meningkatkan kinerja pegawai.
Dalam evaluasi tersebut, Junaidi menegaskan pentingnya pengawasan langsung terhadap pegawai, terutama bagi mereka yang sering absen tanpa keterangan jelas. Ia meminta para Kepala Bidang bertanggung jawab untuk mengawasi staf di bawah mereka secara langsung.
“Setiap Kepala Bidang harus memastikan staf yang jarang masuk kantor atau tidak hadir memberikan penjelasan. Kami ingin memastikan adanya tanggung jawab dari masing-masing pegawai sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kedisiplinan, pendekatan jemput bola diterapkan. Para Kepala Bidang diwajibkan melakukan komunikasi langsung dengan pegawai yang absen, baik melalui telepon, pesan, maupun video call. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalkan pelanggaran disiplin di masa mendatang.
Junaidi optimis bahwa langkah-langkah evaluasi dan pendekatan personal yang dilakukan di akhir tahun 2024 ini dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai di tahun mendatang.
“Harapan kami, pembinaan dan silaturahmi ini dapat memperbaiki kinerja pegawai di DPPKB dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih solid dan produktif di tahun depan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis. Menurut Junaidi, suasana kerja yang baik akan memotivasi pegawai untuk bekerja lebih baik serta memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Junaidi juga memastikan bahwa DPPKB Kutim memberikan dukungan konkret kepada pegawai yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami masalah kesehatan. Fasilitas seperti konsultasi dengan dokter atau pengiriman obat melalui kurir merupakan langkah nyata yang dilakukan untuk mendukung kesejahteraan pegawai.
“Kami ingin memastikan setiap pegawai merasa dihargai dan didukung, terutama saat mereka menghadapi situasi sulit seperti sakit,” ungkapnya.
Menurut Junaidi, dukungan semacam ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pegawai kepada pimpinan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan kerja.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan menjelang akhir tahun ini, Junaidi berharap DPPKB Kutim dapat memulai tahun 2025 dengan semangat baru dan produktivitas yang lebih tinggi. Evaluasi dan pembinaan yang dilakukan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan sumber daya manusia di instansi tersebut.
“Semoga di tahun depan, kita bisa bekerja lebih baik, lebih produktif, dan lebih solid sebagai tim,” tutup Junaidi dengan penuh optimisme.
