Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang Suharno menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba di Kota Bontang. Politisi PKS ini menegaskan pentingnya peran semua pihak, termasuk keluarga, aparat hukum, dan lembaga terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, Suharno menyampaikan tiga poin penting yang tertuang dalam Deklarasi Keluarga Indonesia Bebas Narkoba, sebuah komitmen yang ingin diwujudkan oleh PKS. Deklarasi ini bertujuan menciptakan lingkungan keluarga yang bersih dari narkoba serta mendukung langkah tegas aparat dalam memberantas peredaran narkotika.
PKS Dukung Penuh BNN dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba
Dalam poin pertama deklarasi tersebut, Suharno menekankan bahwa PKS mendukung sepenuhnya BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, BNN memiliki peran strategis dalam upaya memerangi penyebaran narkoba di masyarakat, khususnya di Kota Bontang yang tak lepas dari ancaman peredaran narkotika.
“Kami di PKS sangat mendukung BNN dalam melakukan pencegahan, pemberantasan, serta memberangus peredaran gelap narkoba. BNN memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif narkoba,” jelas Suharno.
Kota Bontang, yang dikenal sebagai kota industri, memiliki populasi penduduk yang beragam dan dinamis. Hal ini membuat tantangan penyalahgunaan narkoba di kota ini semakin nyata, terutama di kalangan anak muda. Oleh karena itu, Suharno mendorong agar BNN semakin memperkuat langkah-langkah preventifnya, seperti kampanye anti-narkoba di sekolah-sekolah, kampus, dan lingkungan kerja.
Lebih lanjut, Suharno menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh buruk narkotika. Orang tua harus memiliki kesadaran akan bahaya narkoba dan mampu memberikan pendidikan yang tepat kepada anak-anak mereka mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.
“Pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan BNN atau aparat hukum, tetapi keluarga juga harus aktif terlibat. Keluarga adalah tempat pertama di mana nilai-nilai moral dan kesadaran akan bahaya narkoba ditanamkan,” kata Suharno.
PKS Siap Menjadi Pelopor Keluarga Indonesia Bebas Narkoba
Poin kedua dari deklarasi yang disampaikan Suharno adalah kesiapan PKS untuk menjadi pelopor dalam gerakan Keluarga Indonesia Bebas Narkoba. Ia menyatakan bahwa partainya berkomitmen untuk mendukung gerakan ini secara aktif dan terus-menerus, terutama dalam membangun kesadaran di tingkat keluarga.
“Kami di PKS bertekad untuk menjadi pelopor gerakan Keluarga Indonesia Bebas Narkoba. Keluarga yang kuat dan harmonis akan menjadi perisai bagi anak-anak kita dari ancaman narkoba. Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba,” ujar Suharno.
PKS juga berencana menggelar berbagai program dan kegiatan yang berfokus pada pencegahan narkoba, terutama yang melibatkan keluarga sebagai agen utama perubahan. Salah satu program yang diusulkan oleh PKS adalah pelatihan untuk para orang tua mengenai cara mendeteksi dini tanda-tanda penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Selain itu, PKS akan terus mendorong kolaborasi dengan BNN dalam melibatkan keluarga-keluarga di Kota Bontang sebagai pegiat anti-narkoba. Keterlibatan keluarga dinilai sangat efektif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat, di mana orang tua dapat memberikan pengawasan dan bimbingan langsung kepada anak-anak mereka.
“Kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab ini kepada lembaga atau aparat penegak hukum saja. Keluarga harus menjadi benteng pertahanan pertama, dan PKS siap membantu BNN dalam menyukseskan gerakan keluarga bebas narkoba,” tambah Suharno.
Dukungan Penuh Terhadap Tindakan Tegas Aparat Penegak Hukum
Selain berfokus pada pencegahan, Suharno juga menyampaikan dukungan penuh terhadap tindakan tegas aparat hukum dalam menindak pelaku tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam poin ketiga deklarasinya, ia menegaskan bahwa tindakan hukum yang tegas dan terukur sangat diperlukan untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku.
“Kami mendukung penuh aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Penegakan hukum yang tegas adalah langkah penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tutur Suharno.
Suharno menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba seringkali melibatkan jaringan peredaran gelap yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, ia mendorong agar aparat hukum, mulai dari kepolisian hingga kejaksaan, terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan BNN dalam memerangi narkoba.
Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah pusat dalam memperkuat regulasi dan penegakan hukum terkait narkoba, termasuk memperberat hukuman bagi para pengedar dan bandar narkoba. Menurutnya, hukuman yang lebih berat akan menimbulkan efek jera dan mencegah orang lain terlibat dalam bisnis haram tersebut.
“Pemerintah sudah membuat regulasi yang tegas, dan ini harus kita dukung. Hukuman yang berat bagi para pengedar dan bandar narkoba harus ditegakkan, karena ini bukan hanya tentang melanggar hukum, tetapi juga tentang masa depan generasi muda kita yang terancam rusak oleh narkoba,” tegas Suharno.
Kolaborasi Antar Pihak untuk Pemberantasan Narkoba
Suharno juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga penegak hukum, masyarakat, serta sektor swasta diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.
Kolaborasi ini, menurut Suharno, harus mencakup berbagai aspek, seperti kampanye pencegahan, penguatan regulasi, serta penindakan yang tegas terhadap pelaku peredaran narkoba. Semua elemen masyarakat harus bergerak bersama untuk melawan ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.
“Kita harus bergerak bersama. Pemerintah, BNN, aparat penegak hukum, masyarakat, bahkan sektor swasta harus bahu-membahu dalam memberantas narkoba. Ini bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong agar dunia pendidikan juga turut ambil bagian dalam upaya pencegahan narkoba. Menurutnya, sekolah-sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bebas dari pengaruh narkoba. Para guru dan tenaga pendidik harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa.
Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Narkoba
Suharno juga menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi yang masif mengenai bahaya narkoba. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari pendidikan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja yang rentan terhadap pengaruh buruk narkoba.
“Edukasi adalah kunci utama dalam pencegahan narkoba. Anak-anak dan remaja harus diberikan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba sejak dini. Kita tidak bisa hanya menunggu sampai mereka terjerumus, tetapi harus melakukan pencegahan dengan memberikan informasi yang tepat,” paparnya.
PKS, lanjut Suharno, berkomitmen untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, baik melalui program-program di masyarakat maupun melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan. Sosialisasi ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat selalu waspada terhadap ancaman narkoba.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik melalui kegiatan di tingkat lokal maupun melalui kerja sama dengan pihak sekolah. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba,” tutup Suharno.
