Bontang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang ke-25, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang dari Fraksi PDI-P, Winardi, mengusulkan untuk mengabadikan nama lima tokoh berpengaruh yang telah wafat sebagai nama jalan sekunder di kota ini. Usulan ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-7 masa sidang pertama.
Tokoh-Tokoh Berpengaruh Bontang
Winardi menyampaikan bahwa kelima tokoh yang diusulkan memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Kota Bontang. Nama-nama tersebut meliputi:
- Muhammad Nasir – Dikenal sebagai pejuang pendidikan di Bontang dan pendiri Yayasan YKP Monamas. Dia mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pertama di Bontang pada tahun 1977, diikuti oleh pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) tiga tahun kemudian.
- Ishak Karim – Wali Kota pertama Bontang saat masih berstatus kota administrasi, yang berperan penting dalam fondasi pemerintahan di Bontang.
- Fahmurnidin – Penerus kepemimpinan Ishak Karim, yang melanjutkan berbagai program pembangunan di kota ini.
- Adi Darma – Wali Kota Bontang periode 2011-2016, dikenal karena program-programnya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
- Wahdiat – Pencipta lagu Mars Kota Bontang yang selalu berkumandang dalam berbagai acara resmi pemerintah, menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Bontang.
Pentingnya Menghargai Jasa Para Pendahulu
Dalam pernyataannya, Winardi menekankan pentingnya mengenang jasa para tokoh tersebut sebagai bagian dari adab dan penghormatan masyarakat. “Penting bagi kita untuk mengenang jasa mereka. Pemberian nama jalan ini adalah salah satu bentuk penghormatan dan bagian dari adab kita sebagai masyarakat yang menghargai sejarah dan pengabdian,” katanya.
Dengan tema HUT Kota Bontang yang ke-25, “Mendayyung untuk Bontang Hebat dan Beradab,” Winardi berharap usulan ini bisa menjadi pengingat akan kontribusi para tokoh terhadap pembangunan kota.
Harapan untuk Pertimbangan Pemerintah Kota
Sebagai langkah lanjut, Winardi berharap agar Pemerintah Kota Bontang mempertimbangkan usulannya dengan serius. Ia juga menyarankan agar keluarga dari para tokoh ini diundang dalam acara penghargaan sebagai wujud penghormatan.
“Dengan pengusulan ini, saya berharap warga Bontang dapat terus mengenang kontribusi para tokoh tersebut, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang membangun Kota Taman yang lebih baik,” tuturnya.
Menghargai Sejarah Melalui Pemberian Nama Jalan
Pemberian nama jalan berdasarkan jasa para tokoh yang telah berkontribusi terhadap pembangunan kota merupakan langkah penting dalam menghargai sejarah. Nama-nama ini tidak hanya menjadi penanda jalan, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan dan dedikasi yang telah diberikan untuk Bontang.
Winardi berharap bahwa dengan mengabadikan nama-nama tokoh tersebut, generasi muda dapat lebih mengenal sejarah Bontang dan terinspirasi untuk berkontribusi dalam pembangunan kota. Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya mengenang, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan para pendahulu.
Dampak Positif Usulan Nama Jalan bagi Masyarakat
Usulan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bontang. Dengan adanya nama jalan yang diabadikan untuk tokoh-tokoh berpengaruh, masyarakat diingatkan akan perjalanan sejarah kota yang penuh makna.
Di samping itu, keberadaan nama jalan ini juga dapat meningkatkan rasa kebanggaan masyarakat terhadap kota mereka. Rasa memiliki ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan menjaga kondusivitas kota.
Kesimpulan: Menghormati Sejarah untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Usulan Winardi untuk mengabadikan nama lima tokoh berpengaruh di Bontang sebagai nama jalan sekunder merupakan langkah yang patut diapresiasi. Hal ini tidak hanya menghormati jasa-jasa mereka, tetapi juga menjadi bagian dari upaya untuk membangun identitas kota yang kuat dan beradab.
Melalui langkah ini, diharapkan generasi mendatang dapat terus mengenang dan menghargai perjuangan para pendahulu, serta terinspirasi untuk berkontribusi dalam membangun Bontang yang lebih baik. Penghormatan terhadap sejarah adalah bagian dari adab yang seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat yang sadar akan jati diri dan masa depan mereka.
