SANGATTA – Suasana di Teras Belad Cafe and Resto tampak ramai dengan kehadiran puluhan staf Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur serta penyuluh keluarga berencana (KB) yang tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Laporan Keuangan. Acara ini digelar untuk memperdalam pemahaman peserta terkait tata kelola keuangan yang baik dan sesuai dengan prosedur.
Kepala DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaidi B, dalam sambutannya mengingatkan betapa pentingnya para peserta untuk serius dan fokus selama mengikuti bimtek ini. Ia menekankan bahwa setiap materi yang disampaikan narasumber harus dicatat dan dipahami secara mendalam. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan dapat mencegah kesalahan administratif yang berpotensi menjadi masalah di kemudian hari.
“Catat dan rekam apa yang disampaikan narasumber. Apabila ada hal yang kurang dipahami, segera lakukan komunikasi lebih lanjut. Jangan ragu untuk mencatat nomor telepon narasumber agar bisa bertanya lebih lanjut jika diperlukan,” ucap Achmad Junaidi dengan tegas.
Menghindari Kesalahan dalam Administrasi Keuangan
Achmad Junaidi juga memberikan pesan penting terkait penerapan ilmu yang didapat selama bimbingan teknis. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, katanya, peserta diminta untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait administrasi keuangan jika masih terdapat keraguan. Mengambil langkah yang salah bisa berdampak pada timbulnya permasalahan yang lebih besar, terutama dalam laporan keuangan.
“Jika ada hal yang diragukan, lebih baik jangan dikerjakan dulu. Lakukan komunikasi intensif dengan Inspektorat Wilayah, BPKAD, atau KP2KP Sangatta agar kesalahan administrasi bisa dihindari,” jelasnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dan konsultasi dengan pihak berwenang merupakan langkah penting dalam menjaga integritas keuangan di instansi pemerintah.
Kesalahan dalam laporan keuangan, menurut Junaidi, dapat berujung pada sanksi administrasi yang serius, dan oleh karenanya, pemahaman tentang sistem dan prosedur administrasi perlu dilakukan dengan teliti dan hati-hati.
Diskusi Aktif: Mencari Solusi dari Lapangan
Selama Bimtek, para narasumber yang berasal dari Inspektorat Wilayah Kutai Timur, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), KP2KP Sangatta, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur memberikan berbagai wawasan mengenai pengelolaan keuangan yang baik. Mereka juga menyampaikan solusi untuk mengatasi tantangan di lapangan, terutama terkait pengelolaan laporan keuangan DPPKB.
Dalam hal ini, Achmad Junaidi mendorong para peserta untuk tidak hanya mendengarkan materi secara pasif. Ia berharap agar peserta aktif bertanya mengenai masalah-masalah yang mereka temui di lapangan, sehingga bisa mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam dari para narasumber.
“Jangan sungkan untuk bertanya. Identifikasi masalah yang ada di lapangan, tanyakan kepada narasumber, agar mereka bisa memberikan penjelasan lebih detail tentang hal-hal yang harus dilakukan,” ujarnya. Pesan ini diharapkan bisa memotivasi para peserta untuk lebih berani dalam mengemukakan permasalahan yang dihadapi sehari-hari, sehingga mereka bisa mendapatkan solusi yang tepat dari para ahli yang hadir.
Pola Pikir Baru dalam Pengelolaan Keuangan
Di penghujung sambutannya, Junaidi juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir di lingkungan kerja pemerintah. Dalam konteks pengelolaan keuangan dan administrasi, ia mendorong agar para staf lebih terbuka dan inovatif dalam mencari solusi. Pola pikir yang kolaboratif dan kreatif akan membantu meningkatkan kinerja, terutama dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di bidang keuangan.
Acara Bimtek tersebut dihadiri oleh Plt Sekretaris DPPKB, Mustika, Kabid Dalduk, Herliana, Kabid Keluarga Sejahtera, Ani Saidah, dan Plt Kabid Penyuluhan dan Pergerakan, Oktama Mulyadi, serta beberapa undangan lainnya yang turut memberikan dukungan terhadap keberhasilan acara ini.
Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh peserta dapat semakin siap dan kompeten dalam menjalankan tugas-tugas administrasi keuangan, demi terciptanya tata kelola yang transparan dan akuntabel di lingkungan DPPKB Kutai Timur.
