Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda tegaskan pentingnya pendidikan holistik untuk anak usia dini. Pendidikan tersebut mencakup lima aspek utama. Aspek-aspek utama tersebut ialah yaitu pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, deteksi dini tumbuh kembang anak, dan perlindungan.
“Pendidikan holistik bertujuan untuk menciptakan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” ungkap Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (20/8/2024).
Disdikbud Samarinda Bangun Sinergi Pengembangan Anak
Kemudian pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan. Selain itu juga akan bekerjasama dengan pihak yang memiliki kemampuan dalam memberikan layanan kepada anak.
Selain itu, berapa pihak yang terlibat dalam kerja sama ini antara lain Dinas Kesehatan (puskesmas). Kemudian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Serta berbagai lembaga pemerhati anak.
Sementara itu Asli menambahkan bahwa Disdikbud Samarinda juga membangun sinergisitas dengan Bunda PAUD tingkat kecamatan untuk mencapai tujuan pengembangan anak usia dini holistik dan integratif.
“Kami berharap dengan adanya sinergi ini, layanan pengembangan anak usia dini holistik-integratif dapat terselenggara dengan baik dan anak-anak di Samarinda dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul,” lanjutnya.
Disdikbud Samarinda Investasi Besar untuk PAUD/TK
Lebih lanjut, Asli memaparkan jumlah PAUD/TK di Samarinda saat ini mencapai 453 satuan pendidikan, terdiri atas 12 berstatus negeri dan 441 swasta.
Sementara itu, Total tenaga pendidik PAUD/TK itu sebanyak 1.013 orang. Sedangkan angka partisipasi kasar (APK) PAUD yang terdata saat ini sebesar 28,96 persen.
Selain itu, untuk mendukung pengembangan PAUD/TK, Pemerintah Kota Samarinda mengalokasikan anggaran senilai Rp6,4 miliar pada tahun 2024. Anggaran tersebut untuk berbagai proyek rehabilitasi dan pembangunan di beberapa TK Negeri di Samarinda.
Demikian pula, untuk tahun 2025,perencanaan anggaran pengembangan PAUD/TK sebesar Rp10,3 miliar. Anggaran tersebut untuk rehabilitasi pagar, ruang kelas, aula, dan pengawasan di beberapa TK Negeri di Samarinda.
“Melalui upaya ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Samarinda, sehingga dapat menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju generasi emas,” pungkas Asli.
