Surabaya – Badan Pelaksana Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (BPP MAS) menyatakan optimistis bahwa 275 dai muda digital yang telah mengikuti pelatihan siap menghadapi tantangan dakwah di era modern. Ketua BPP MAS, KH M Sudjak, menyampaikan dukungannya terhadap program ini dan berharap para peserta dapat siap dan tahan banting ketika terjun di masyarakat.
“Saya dukung program pelatihan dai muda ini, semoga peserta siap dan tahan banting ketika sudah terjun di masyarakat,” kata KH M Sudjak di Surabaya, Jumat (12/7/2024).
Pembinaan Dai Muda untuk Syiar Agama
Pembinaan yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid dan GenZi MAS ini merupakan bekal bagi para dai muda angkatan ke-4 saat mereka terjun ke masyarakat untuk melakukan syiar agama.
“Acara ini sangat luar biasa. Harapan kami kepada semua peserta adalah agar mengikuti dan memahami materi yang disampaikan, kemudian dapat dipraktekkan setelah selesai dari pelatihan ini,” tuturnya.
Fokus Utama Pelatihan: Kepemimpinan, Dakwah Digital, dan Entrepreneurship
Sekretaris BPP MAS, Helmy M Noor, menyatakan ada tiga potensi utama yang menjadi fokus agenda pelatihan tersebut: kualitas kepemimpinan dalam manajemen masjid, kualitas materi dakwah digital yang sesuai dengan zaman, dan pelatihan entrepreneurship di era digitalisasi.
“Tiga potensi itu tidak hanya dikembangkan melalui pelatihan, namun juga melalui praktek dan pendampingan yang mencapai 60 persen,” jelas Helmy. Targetnya adalah melahirkan generasi GenZI yang terbaik dalam bidang dakwah, digital, dan entrepreneurship yang akan terus dikawal hingga sukses.
Antusiasme dan Harapan Peserta
Seorang peserta pelatihan, Luluk Ita Rosyid, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak ilmu baru yang tidak didapatkan dari tempat lain.
“Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat bermanfaat,” ucapnya.
Dengan bekal pelatihan yang komprehensif ini, para dai muda digital diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan dakwah di era modern.
