Sangatta – Menjelang perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur persiapan penyediaan hewan kurban semakin intensif. Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Kutai Timur, Kurniawan, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 700 sapi yang beredar di wilayah ini. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam wawancara di Hotel Victoria, Sangatta Utara, Jumat (7/6/2024).
Kurniawan menjelaskan bahwa sebagian besar sapi yang tersedia di Kutai Timur didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.
“Sekitar 70 persen dari kebutuhan sapi di Kutim masih bergantung pada pasokan dari luar daerah,” jelasnya.
Ini menunjukkan bahwa Kutai Timur belum sepenuhnya mencapai swasembada daging sapi.
Untuk memastikan kesehatan dan keamanan konsumsi sapi menjelang Idul Adha, Kurniawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kutim.
“Kami ingin memastikan bahwa sapi-sapi yang beredar di Kutai Timur tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi,” tambahnya.
Koordinasi ini melibatkan pemeriksaan kesehatan rutin dan pemantauan kondisi sapi sejak tiba di Kutai Timur hingga sebelum disembelih.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat mengonsumsi daging kurban pada Idul Adha nanti,” kata Kurniawan.
Selain memastikan kesehatan sapi, pemerintah daerah juga tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah. Berbagai program telah diluncurkan untuk mendukung peternak lokal agar mampu memenuhi kebutuhan daging sapi di masa mendatang.
“Kami juga sedang menggencarkan inseminasi untuk memastikan ketersediaan daging sapi lokal,” tandasnya.
Dengan upaya keras dari berbagai pihak, diharapkan persiapan Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar dan masyarakat Kutai Timur dapat merayakan hari raya dengan hewan kurban yang sehat dan berkualitas.
