Samarinda – Samarinda menjadi saksi dari sebuah inisiatif besar dalam upaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para petani sawit dari Kabupaten Kutai Timur. Dalam sebuah kolaborasi yang melibatkan Badan Pengelola Dana Perhimpunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), pelatihan teknis budidaya kelapa sawit angkatan ketiga dan keempat resmi digelar, Senin (27/5/2024).
Bertempat di Hotel Five Premiere Samarinda, pelatihan ini dibuka oleh Ketua Sekretariat Tim Pengembangan SDM Perkebunan Sawit Ditjen Perkebunan, Eva Lizarmi. Dalam sambutannya, Eva menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan. “Kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan teknik budidaya yang diterima selama pelatihan ini di kebun masing-masing, sehingga produksi meningkat namun tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari ini diikuti oleh 65 petani sawit dari Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon di Kabupaten Kutai Timur. Mereka terbagi dalam dua angkatan, yaitu angkatan tiga dengan 33 peserta dan angkatan empat dengan 32 peserta. Oni Apriyanto, Wadir III Politeknik LPP sekaligus perwakilan YPPY, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan mengingat perkembangan sawit di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Timur.
Kepala Dinas Perkebunan Kutai Timur, Sumarjana, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada YPPY serta pihak terkait lainnya. Ia meyakini bahwa pelatihan dengan ilmu yang tepat akan mampu meningkatkan kinerja kebun dan produktivitas kelapa sawit. “Jika produktivitas lebih tinggi, penerimaan juga meningkat, dan kita berharap kelapa sawit benar-benar mampu memberikan kesejahteraan bagi wilayah Kutai Timur,” harapnya.
Ucapan terima kasih juga datang dari Plt Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Andi Sidik. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada BPDPKS, Ditjenbun, dan YPPY sebagai pelaksana kegiatan, serta mendorong para peserta untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh demi meningkatkan hasil panen di masa depan.
Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemakaian atribut pelatihan secara simbolis oleh Kepala BBPP Binuang, Ibu Wahida Annisa Yusuf, kepada perwakilan peserta. Salah satu peserta pelatihan, Misran, menyatakan kegembiraannya atas kesempatan ini. “Kami sudah lama menantikan pelatihan seperti ini untuk menambah wawasan cara budidaya sawit yang lebih baik. Terima kasih kepada BPDPKS, Ditjenbun, dan YPPY. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya menutup sesi wawancara.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis tetapi juga praktek lapangan melalui field trip, yang memperkaya pemahaman peserta tentang kondisi nyata di lapangan. Dengan pelatihan ini, diharapkan para petani sawit Kutai Timur dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.
