Surabaya – Empat nama calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jawa Timur dipastikan lolos ke Senayan untuk periode 2024-2029. Hasil ini berdasarkan rekapitulasi suara KPU Jatim yang rampung pada Minggu (10/3/2024) malam.
Dua wajah lama kembali menghiasi kursi DPD RI, yaitu Ahmad Nawardi yang meraih suara terbanyak dengan 3,28 juta suara dan La Nyalla Matalitti, Ketua DPD RI saat ini, dengan perolehan 3,13 juta suara.
Dua pendatang baru yang berhasil menembus Senayan adalah Lia Istifhama, keponakan mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dengan 2,74 juta suara dan Kondang Kusumaning Ayu, yang sempat viral karena paras cantiknya di kertas suara, dengan 2,54 juta suara.
Harapan Agus Rahardjo, mantan Ketua KPK, untuk melenggang ke Senayan harus pupus. Suara Agus terhenti di angka 2,2 juta suara, menempati posisi kelima.
Adilla Aziz, caleg DPD RI petahana, juga gagal lolos dengan perolehan 1,9 juta suara.Pada Pileg 2024, 13 caleg DPD RI asal Jatim bertarung memperebutkan 4 kursi. Persaingan sengit mewarnai pemilihan ini, dengan dua pendatang baru berhasil menggeser nama-nama petahana.
Lia Istifhama, yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman politik, mampu menarik perhatian voters dengan program-programnya yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak muda.
Sementara Kondang Kusumaning Ayu, yang viral karena parasnya, menunjukkan bahwa kecantikan bukan satu-satunya modal untuk meraih kursi di Senayan. Ia berhasil meyakinkan voters dengan visi dan misinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Keberhasilan dua pendatang baru ini menunjukkan bahwa pemilih Jawa Timur semakin kritis dan terbuka terhadap figur-figur baru yang memiliki gagasan segar dan solutif.
Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran rekapitulasi suara.
“Penetapan anggota DPD RI dari Jatim ini menandai akhir dari proses rekapitulasi tingkat provinsi,” tuturnya.
Keempat calon terpilih ini diharapkan dapat membawa aspirasi rakyat Jawa Timur ke Senayan dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.
