Jombang – Kelompok Peduli Lingkungan (Kelingan) merupakan sebuah kelompok masyarakat yang baru terbentuk awal Juni, dengan beranggotakan perempuan di Dusun Wonosalam, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kelompok ini berinisiatif untuk belajar dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.
Menghadapi situasi di mana tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kecamatan tersebut dan banyak warga yang membuang sampah seenaknya, kelompok ini berusaha untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.Dalam upaya awal mereka, Kelompok Kelingan telah memulai langkah-langkah di lingkungan mereka sendiri, khususnya di lingkup RT 06 dan 08 Dusun Wonosalam.
Mereka telah mendirikan dua tempat sampah yang terpisah untuk memilah sampah organik, non-organik, dan residu. Selain itu, mereka juga telah menyampaikan formulir kepada masyarakat yang berisi informasi tentang jenis sampah yang harus dipilah, terutama kepada ibu-ibu sebagai penggerak utama dalam rumah tangga.
“Dengan mengedukasi masyarakat dan memberikan contoh di lingkungan kita sendiri, kami berharap dapat menciptakan perubahan positif dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Wonosalam,” ucap Ketua Kelompok Kelingan Lilil Choiriyah, Kamis (20/7/2023).

Menurutnya, kondisi kebersihan lingkungan di Wonosalam menjadi perhatian serius bagi Kelompok Kelingan. Dalam upaya awal mereka, kelompok ini berupaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan sampah yang benar.
Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap lambatnya upaya pemerintah dalam penanganan sampah di Wonosalam. Mereka menyoroti kurangnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang disediakan oleh pemerintah kabupaten maupun desa. Situasi ini semakin memburuk karena Wonosalam juga merupakan daerah pariwisata yang menghasilkan jumlah sampah yang signifikan.
“Kami berharap pemerintah dapat bertindak cepat dalam mengatasi masalah sampah di Wonosalam. Jika tidak segera ditangani, masalah ini dapat menjadi serius dan berdampak negatif di masa depan,” ungkapnya.
Lilil menambahkan, upaya untuk mengatasi sampah di Dusun Wonosalam juga mendapat dukungan dan pendampingan dari Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton).
Pihak Ecoton sendiri juga turut serta dalam mengedukasi masyarakat dan menyediakan fasilitas yang mendukung proses ini.Dalam kerjasama dengan Kelompok Kelingan, Ecoton telah menyediakan dua tempat sampah yang difungsikan sebagai tempat pemilahan sampah organik, non organik, dan residu. Tempat sampah ini menjadi sarana praktik bagi masyarakat Dusun Wonosalam untuk belajar memilah sampah dengan benar.
“Selain menyediakan fasilitas fisik, Ecoton juga memberikan sosialisasi dan pembelajaran terkait pentingnya pemilahan sampah. Mereka memberikan informasi yang jelas tentang cara memilah sampah organik, non organik, dan residu serta manfaat yang dapat diperoleh dari praktik ini,” tukasnya.
Dengan semangat belajar dan dukungan yang diberikan oleh Ecoton, diharapkan masyarakat Dusun Wonosalam dapat terus mempraktikkan pemilahan sampah yang baik dan menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi positif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari pembuangan sampah sembarangan.
