Mojokerto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2023 di GOR Majapahit. Puluhan anak – anak dan ibu – ibu terlihat sangat senang ketika stan dari Komunitas Baca Buku AHU dibuka. Mereka antusias berburu buku gratis yang disediakan, yang mencapai 1.100 eksemplar.
Hal ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat di kota onde-onde ini masih tetap terjaga, meskipun berbagai macam bacaan dan tulisan telah beredar secara luas di media sosial dan dunia digital.
Zunianto, inisiator aksi stan buku gratis dari Komunitas Baca AHU (Alumni Hukum Unisma), mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong kembali budaya membaca di tengah keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan minat baca di masyarakat yang saat ini mulai meredup, terutama di Kota Mojokerto yang baru-baru ini meraih predikat penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI).

“Untuk membangkitkan kegemaran membaca pada anak-anak dan orang tua. Di zaman sekarang ini kita tahu, anak menangis atau rewel diberi android oleh orang tuanya agar diam. Padahal hal itu tidak baik untuk perkembangan anak-anak,” katanya.
Galunggung (sapaan akrab, red) juga mengatakan, minat baca yang kurang di antara keluarga disebabkan oleh orangtua yang tidak punya waktu untuk mendongeng kepada anak-anaknya. Karena itu, komunitasnya akan terus melakukan sosialisasi tentang kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan minat baca di Kota Mojokerto.
Terpisah, Komariyah salah satu guru Paud Al Amanah mengatakan, ini mungkin salah satu usaha dari para pemuda Kota Mojokerto untuk terus mendorong dan memotivasi setiap orang baik ibu-ibu maupun anak-anak agar tetap membaca.
“Adanya stan buku gratis ini sangat bagus, bahkan bisa ambil dua buku sekaligus,” katanya.
Buku – buku ini nantinya akan diberikan kepada muridnya untuk di taman kanak-kanak tempatnya mengajar. Tujuannya, agar bisa digunakan di sekolah secara bersama-sama.
Komunitas AHU sudah berdiri sejak tahun 2018 lalu dan sudah lima kali melakukan aksi bagi bugu gratis. Ribuan buku yang dibagikan secara gratis ini tidak hanya didapatkan dari alumni saja, melainkan dari sejumlah tenaga pendidik dan masyarakat umum yang turut berpartisipasi aktif mendukung lapak buku gratis disetiap kegiatan.
Selain itu, setiap akhir pekan tepatnya di hari Sabtu, puluhan alumni Unimas ini menyediakan perpustakaan keliling dan dongeng boneka di pendopo yang ada di Alun-alun Wiraraja. Buku-buku yang disediakan mereka mulai dari calistung, mewarnai, dongeng atau cerita rakyat, kamus bahasa inggris, hingga buku pelajaran SD, SMP.
