Blitar – Kewaspadaan dini perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat guna menangkal segala potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dengan meningkatkan pendeteksian serta pencegahan dini terhadap cuaca ekstrem.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar Jumali melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Blitar Arisanti mengatakan, kewaspadaan dini di Daerah memberikan paradigma baru dalam urusan fungsi penyelenggaraan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat sebagai kebutuhan semua pihak.
“Tujuan kewaspadaan dini di Daerah ini meliputi pelaksanaan pendeteksian, pengidentifikasian, menilai, menganalisis, mengestimasi, dan menyajikan informasi dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai potensi bentuk ATHG di daerah,” ujarnya.
Sesuai dengan ketentuan pasal 13 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Deerah, bahwa penyelenggaran kewaspadaan dini di daerah dibentuk Pusat Komunikasi dan Informasi Kewaspadaan Dini di Kementerian Dalam Negeri, daerah provinsi dan daerah Kabupaten/Kota.
“Namun pada saat ini, informasi pelayanan masyarakat di bidang kewaspadaan dini daerah belum dapat dilaksanakan secara optimal dan kurangnya partisipasi warga soal adanya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap ideologi, politik sosial dan budaya,” terangnya.
Menyikapi hal itu, perlu meningkatkan kepekaan dan ketangguhan aparatur dan masyarakat terhadap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) dalam rangka memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dengan membangun sistem peringatan dini melalui pelaporan situasi wilayah, penyampaian data dan informasi mengenai konflik.
Bencana akibat konflik menjadi isu sentral, karena terkait pula dengan perbedaan ideologi dan politik, kebijakan daerah dan kesenjangan ekonomi, perbedaan agama, etnis dan faktor ras, diperkuat dan dipercepat lagi oleh buruknya kualitas informasi yang terjadi di dalam sistem konflik tersebut.
Dengan demikian, dalam mengatasi permasalahan akibat konflik yang sangat kompleks, perlu adanya data dan informasi yang terintegrasi, sehingga mampu mengantisipasi secara dini guna pengendalian- pengendalian situasi dan kondisi daerah untuk pencegahan konflik.
