Jember – Festival Ancak Agung kembali disiapkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 itu dipastikan lebih meriah dibanding pelaksanaan sebelumnya. Pemkab Jember menargetkan sebanyak 1.000 ancak hasil bumi dan pertanian ikut dalam kirab budaya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan sejumlah stakeholder yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Pemkab Jember telah berkoordinasi bersama lintas stakeholder yang akan berpartisipasi mengikuti kirab Ancak Agung. Tahun ini kami menargetkan 1.000 ancak agung,” kata Hafid, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, Festival Ancak Agung merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan berkah yang diterima masyarakat Jember.
Prosesi kirab akan dimulai dari depan Kantor BCA di Jalan Sultan Agung dan berakhir di Alun-alun Jember Nusantara.
Sepanjang perjalanan, rombongan kirab akan disuguhi berbagai kesenian dan tradisi budaya. Mulai dari atraksi barongsai, pertunjukan hadrah hingga kesenian tradisional Can-macanan Kadduk.
Sesampainya di Alun-alun Jember, ancak yang dibawa peserta akan dinilai oleh tim juri. Penilaian tersebut untuk menentukan ancak dengan karya terbaik.
Setelah penilaian selesai, seluruh ancak akan didoakan bersama. Selanjutnya, hasil bumi yang terdapat dalam ancak akan dibagikan dan diperebutkan masyarakat sebagai bagian dari tradisi sedekah bumi.
Kemeriahan Festival Ancak Agung tidak berhenti pada prosesi kirab. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan sholawatan yang akan menghadirkan ulama K.H. R. Muhammad Kholil As’ad.
Hafid menyebut terdapat sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan tahun ini. Selain jumlah ancak yang jauh lebih banyak, Pemkab Jember juga menambah kemeriahan melalui iring-iringan kesenian dan budaya.
Namun, ada satu agenda yang menjadi perhatian khusus, yakni upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Pemkab Jember menargetkan pembuatan ancak berukuran besar dengan menggunakan bahan utama suwar-suwir, salah satu makanan khas yang selama ini identik dengan Kabupaten Jember.
Pemilihan suwar-suwir tersebut bukan tanpa alasan. Pemkab ingin menjadikan momentum Festival Ancak Agung sebagai sarana memperkuat promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan suwar-suwir kepada masyarakat yang lebih luas.
“Langkah pemecahan rekor MURI dengan bahan dasar suwar-suwir ini sengaja diusung sebagai upaya Pemkab Jember untuk mempromosikan, memperkenalkan, serta mengurus hak paten bahwa suwar-suwir merupakan makanan khas milik Kabupaten Jember,” pungkas Hafid.
Dengan konsep yang lebih besar dan sarat nuansa budaya, Festival Ancak Agung 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda yang mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya dan kuliner khas Jember.( ADV )
