Suasana sore di ruang tamu terasa hangat. Aroma teh melati mengepul dari cangkir kecil, dan suara jam dinding berdetak pelan di antara keheningan. Saya duduk berhadapan dengan kakek, lelaki tua yang kulit tangannya berkerut, tapi matanya masih menyimpan nyala masa muda.
Foto-foto lawas bukan sekadar potret masa lalu, melainkan jendela menuju sejarah yang personal sekaligus kolektif.