Semoga pemilu di tahun 2024, nantinya bisa memenuhi kuota 30 persen perempuan yang duduk di legislatif kabupaten Kutai Timur, kata Dina.
“Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai bentuk pembinaan tentang politik bagi masyarakat sekaligus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti pentingnya politik itu sendiri,” ujarnya.