Jombang – Penjabat (Pj) Bupati Jombang Sugiat mengaku terpanggil untuk mengabdi dan membangun tanah kelahirannya menjadi lebih baik.
Sejak dilantik pada 24 September 2023, Sugiat langsung tancap gas melakukan berbagai gebrakan. Salah satu fokus utamanya adalah membenahi iklim investasi di Jombang yang selama ini dianggap berbelit-belit.
“Saya ingin investasi di Jombang dipermudah. Perijinan tidak boleh berbelit-belit, investor harus ada kepastian hukum,” tegas Sugiat saat berbincang dengan wartawan di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (6/4/2024).
Sugiat mengaku telah mengumpulkan para tokoh masyarakat dan agama untuk mendapatkan masukan terkait kepemimpinannya. Dari 15 tokoh yang hadir, mayoritas menginginkan pemimpin yang tegas, bersih, dan responsif.
“Itu yang menjadi pedoman saya dalam memimpin Jombang,” tuturnya.
Sugiat mencontohkan, dalam hal investasi, ia ingin prosesnya dipermudah dan tidak berbelit-belit. Hal ini penting untuk menarik investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jombang.
“Saya ingin berkontribusi kepada tanah kelahiran saya. Saya ingin merubah yang baik, yang kurang baik harus kita tinggalkan,” tandasnya.
Ketika ditanya tentang keinginan maju menjadi Bupati Jombang, Sugiat mengaku masih terkendala statusnya sebagai ASN.
“ASN itu harus menjaga harus menjaga netralitas. Ada aturan sendiri. Harus ijin atasan dulu,” terangnya.
“Kalau saya ditakdirkan lanjut mengabdi ya itu sudah takdir,” ujarnya.
Sugiat, yang lahir di Jombang pada 6 Mei 1967, merupakan birokrat dengan segudang pengalaman. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Barat.
Kini, di usianya yang ke-57, Sugiat bertekad untuk membawa Jombang ke arah yang lebih baik. Enam bulan kepemimpinannya menjadi awal dari perjalanan panjang untuk mewujudkan Jombang yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
