Jember – Roda konektivitas kembali berputar di Kota Tembakau. Setelah sempat vakum, layanan shuttle bus gratis dari dan menuju Bandara Notohadinegoro kembali dioperasikan pada 2026. Seperti jembatan yang menghubungkan langit dan darat, kehadiran angkutan ini diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di Jember.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Jember menghadirkan kembali shuttle bus gratis tersebut untuk melayani penumpang pesawat yang datang maupun berangkat melalui Bandara Notohadinegoro. Layanan ini mulai berjalan sejak awal 2026 dan beroperasi menyesuaikan jadwal penerbangan yang ada di bandara.
Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, mengatakan shuttle bus berkapasitas 25 penumpang ini disiapkan sebagai solusi transportasi publik yang ekonomis dan nyaman. Selain mempermudah akses masyarakat, layanan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Shuttle bus ini kami siapkan untuk mempermudah koneksi aktivitas masyarakat yang akan ke bandara maupun dari bandara menuju pusat kota,” ujar Gatot Triyono, Kamis (5/2/2026).
Pada hari keempat operasional di tahun ini, Dishub Jember mencatat sekitar 50 penumpang tiba di Jember dari Jakarta, sementara 24 penumpang berangkat dari Jember. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 hingga 15 penumpang memilih menggunakan shuttle bus gratis. Angka ini dinilai cukup positif sebagai awal pengoperasian kembali layanan tersebut.
Shuttle bus melayani rute utama dari Terminal Tawang Alun – Stasiun – Alun-alun – Bandara Notohadinegoro. Armada melintas melalui Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, Ahmad Yani, hingga kawasan Tegal Besar. Penumpang dapat naik dan turun di sepanjang rute tersebut, dengan titik pemberhentian utama di Halte Tawang Alun, Stasiun, Halte Pendopo, dan Bandara.
Untuk jadwal keberangkatan, shuttle bus dari Terminal Tawang Alun berangkat pukul 11.00 WIB pada hari Selasa dan Kamis, serta pukul 10.00 WIB pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara itu, keberangkatan dari bandara menyesuaikan dengan jadwal kedatangan pesawat, sehingga penumpang dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju pusat kota.
Menurut Gatot, hingga kini penumpang dari bandara menuju kota masih lebih banyak dibandingkan penumpang yang berangkat ke bandara. Hal ini disebabkan sebagian besar calon penumpang pesawat masih memilih diantar keluarga atau kerabat.
“Karena penumpang dari bandara bisa langsung naik setelah turun dari pesawat. Sementara penumpang berangkat masih banyak yang diantar keluarga,” jelasnya.
Selain shuttle bus reguler, Pemkab Jember juga menyediakan angkutan gratis khusus wisatawan dengan minimal 10 orang penumpang. Layanan ini diperuntukkan bagi pengguna penerbangan Wings Air atau Fly Jaya menuju Jember. Fasilitas serupa juga disiapkan untuk jamaah Hindu yang hendak melaksanakan ibadah ke wilayah Lumajang.
Layanan shuttle bus gratis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah penumpang menilai angkutan tersebut lebih hemat biaya, nyaman, dan membantu mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Dishub Jember pun berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkan layanan ini.
Dengan hadirnya shuttle bus gratis dan kembalinya layanan penerbangan di Bandara Notohadinegoro, Pemkab Jember berharap konektivitas daerah semakin baik, aktivitas ekonomi meningkat, dan transportasi publik semakin diminati oleh masyarakat.
