Jember – Satu tahun ibarat satu bab pembuka dalam buku panjang pembangunan daerah. Di Pendopo Wahyawibawagraha, gema evaluasi dan optimisme berpadu saat Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar refleksi kinerja bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat”, Jumat (20/2/2026). Di hadapan jajaran Forkopimda, ASN, tokoh agama, dan elemen masyarakat, ia menegaskan tekad menjadikan Jember sebagai penggerak ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.
Dalam paparannya, Fawait membeberkan capaian pembangunan sepanjang 2025 sekaligus arah kebijakan 2026. Ia menyebut prioritas awal kepemimpinannya adalah memastikan pelayanan dasar masyarakat berjalan optimal, terutama sektor kesehatan. Melalui program jaminan kesehatan daerah, warga kini disebut dapat mengakses layanan berobat gratis di rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Sejak awal kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan berobat hanya karena faktor biaya. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan mendasar,” ujarnya.
Selain kesehatan, sektor pendidikan dan administrasi kependudukan turut menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Jember melakukan percepatan layanan dokumen kependudukan dengan mendekatkan akses ke masyarakat. Kini, warga dapat mencetak KTP elektronik langsung di kantor kecamatan tanpa harus datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Langkah ini dinilai memangkas waktu dan biaya yang sebelumnya dikeluhkan warga.
Di bidang infrastruktur, Pemkab Jember mulai menggenjot perbaikan jalan rusak di sejumlah titik. Meski beberapa ruas merupakan kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penanganan bisa dipercepat. Fawait mengakui persoalan jalan kerap menjadi sorotan publik.
“Apapun status jalannya, masyarakat tetap melihat bupatinya. Itu bagian dari tanggung jawab yang harus saya terima,” katanya.
Menurutnya, kritik yang muncul selama setahun terakhir dipandang sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian warga terhadap pembangunan daerah. Ia menyatakan komitmennya untuk menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Memasuki 2026, Pemkab Jember mematok target ambisius: menjadikan daerah ini pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa. Strategi yang disiapkan meliputi penguatan sektor perdagangan, penciptaan iklim investasi yang ramah pelaku usaha, serta peningkatan kualitas layanan publik untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Sejumlah program prioritas turut diumumkan, di antaranya layanan Home Care untuk mendekatkan akses kesehatan bagi warga rentan, pengembangan kawasan Food Street guna mendukung pelaku UMKM kuliner, serta revitalisasi pasar tradisional. Program tersebut dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas lapangan kerja.
Fawait menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada proyek besar, tetapi juga pada penguatan sektor mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung masyarakat Jember. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ia optimistis target tersebut dapat tercapai secara bertahap.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pijakan menuju fase pembangunan berikutnya. Di tengah tantangan fiskal dan dinamika sosial, Pemkab Jember berupaya menjaga ritme pembangunan agar tetap selaras dengan kebutuhan rakyat. Harapannya, Jember tak sekadar tumbuh, tetapi benar-benar menjadi motor ekonomi yang menggerakkan kawasan timur Pulau Jawa.
