Soreang – Di tengah gemuruh geliat industri kopi Indonesia, sekelompok pelaku usaha kecil dan menengah (IKM) dari Kabupaten Bandung mendapat kesempatan langka. Mereka mengikuti pelatihan dan sertifikasi Profesi Penilaian Uji Mutu Sangrai yang digelar selama lima hari di Sutan Raja Hotel & Convention, mulai dari Senin (19/5/2025) hingga Jumat (23/5/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tujuannya jelas: meningkatkan kompetensi SDM dalam menilai kualitas kopi sangrai, yang menjadi bagian penting dalam rantai nilai industri kopi spesialti.
“Pesertanya bukan orang yang baru kenal kopi. Mereka sudah harus memiliki pengalaman di industri kopi, minimal tahu dasar-dasar uji rasa kopi,” ungkap Cahyadi, peserta yang akrab disapa Yadi, saat diwawancarai Kamis (22/5/2025).
Selama pelatihan, para peserta mengikuti berbagai sesi mulai dari teori hingga praktik intensif. Salah satu kegiatan utama adalah cupping, yaitu proses menguji cita rasa kopi mulai dari aroma, rasa, aftertaste, hingga body dan keseimbangan rasa. Dari situ, peserta dilatih untuk bisa menentukan apakah sebuah kopi tergolong specialty, premium, atau komersial.
“Ujian praktik dilakukan satu per satu. Kami harus mempersiapkan bahan baku dan mengikuti semua prosedur sesuai standar. Asesor dari LSP memantau langsung prosesnya,” tambah Yadi.
Dalam kegiatan ini, penilaian dilakukan oleh asesor bersertifikat yang kompeten, yaitu Rien Komalasari Rusyati, SE, seorang Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Muda di Kabupaten Bandung, yang juga menjadi verifikator kegiatan tersebut.
Hari pertama hingga keempat diisi pelatihan dan simulasi, sementara pada Rabu malam peserta mengikuti ujian teori tertulis. Kegiatan dilanjutkan dengan uji kompetensi praktik yang dilakukan mulai Kamis hingga Jumat. Sertifikasi ini bersifat nasional dan diakui sebagai standar dalam dunia profesional kopi di Indonesia.
Bagi banyak peserta, pelatihan ini bukan sekadar ajang belajar, tetapi juga wadah untuk berbagi pengalaman dan membangun jaringan antarprofesional di bidang kopi. Pengetahuan yang diperoleh dinilai sangat berharga, apalagi mengingat ketatnya persaingan industri kopi dalam dan luar negeri.
“Alhamdulillah, acaranya sangat seru dan penuh ilmu. Apa yang sebelumnya tidak kami pahami, kini menjadi bekal berharga untuk pengembangan usaha,” tutup Yadi.
Dengan sertifikasi ini, para peserta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan meningkatkan mutu kopi nusantara, khususnya dari Kabupaten Bandung yang mulai dikenal sebagai salah satu sentra kopi berkualitas.
