Padang – Dalam kepungan lumpur dan isak tangis warga yang terdampak galodo, RSUD Dr. Rasidin Padang bergerak cepat menjadi cahaya harapan di tengah bencana. Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kuranji, Lubuk Kilangan, Bungus, dan beberapa titik lain di Kota Padang pada Kamis (11/12/2025), mendorong rumah sakit tersebut untuk tidak sekadar menjadi tempat perawatan, tetapi juga garda terdepan aksi kemanusiaan.
Langkah cepat ini dikomandoi langsung oleh Direktur RSUD Dr. Rasidin Padang, Lismawati, yang sejak dini hari mengerahkan seluruh kekuatan medis rumah sakit. Ambulans, tenaga kesehatan, relawan, serta logistik darurat dikerahkan menuju titik-titik terdampak, menjawab panggilan kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami tidak bisa menunggu. Ini panggilan kemanusiaan. RSUD Dr. Rasidin harus hadir langsung untuk warga yang sedang berjuang,” tegas Lismawati, usai melepas tim medis dan turut serta membawa sebagian bantuan ke posko pengungsian.
Setibanya di lapangan, tim langsung membuka layanan kesehatan darurat. Warga yang mengalami luka-luka, sesak napas, kelelahan, hingga trauma psikologis segera mendapatkan penanganan. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas, mengingat kondisi mereka yang lebih rentan.
Di samping layanan medis, RSUD Rasidin juga menyalurkan bingkisan bantuan berisi makanan siap santap, air minum, perlengkapan mandi, popok bayi, hingga obat-obatan ringan. Bagi warga yang sejak pagi belum mendapat bantuan, kehadiran tim RSUD menjadi penyelamat di tengah ketidakpastian.
Yuni Marlina, seorang warga Kuranji, menitikkan air mata saat menerima bingkisan. “Hari ini kami benar-benar butuh bantuan. Tim dari RSUD datang cepat, memberi obat, memeriksa kami, lalu membawa bingkisan ini. Terima kasih kepada RSUD Rasidin dan Ibu Direktur,” ucapnya haru.
Seorang dokter lapangan dari tim medis juga menyampaikan bahwa beban psikologis warga sangat berat. “Selain luka fisik, banyak warga yang trauma. Kami memberikan perawatan secepat mungkin. Dukungan penuh dari Ibu Direktur membuat koordinasi dan penanganan jauh lebih cepat,” jelasnya.
Lismawati memastikan bahwa bantuan tidak berhenti dalam satu hari. Tenaga medis cadangan, ambulans tambahan, dan logistik lanjutan telah disiapkan jika situasi memburuk. Ia secara aktif memantau kondisi lapangan dari pusat koordinasi RSUD untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pertolongan yang layak.
Kiprah RSUD Dr. Rasidin Padang dalam bencana ini menunjukkan bahwa rumah sakit bukan hanya tempat pengobatan, melainkan bagian penting dari jaringan kemanusiaan yang hadir di garda terdepan ketika masyarakat paling membutuhkan.
