Mojokerto – Dengan anggaran fantastis mencapai Rp322 miliar, proyek renovasi Sekolah Rakyat di Dusun Kemantren, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, resmi bergulir. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional peningkatan infrastruktur pendidikan, yang dibiayai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan pembangunan dimulai pada Sabtu (10/5/2025) dan ditargetkan rampung dalam waktu 60 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari. Proyek ini dilaksanakan oleh PT NINDYA Karya (Persero) – PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui skema kerja sama operasi (KSO), berdasarkan kontrak yang diteken pada 10 Mei 2025 dengan nomor HK0202/GD/PPK-IDP/V/005/2025.

Heru, perwakilan pelaksana lapangan dari PT NINDYA Karya, menyatakan bahwa tahap awal telah dimulai dengan pembersihan dan penataan lokasi.
“Kami mulai dengan merapikan area kerja dan menyiapkan akses masuk untuk alat berat. Ini menjadi pondasi penting agar pekerjaan ke depan berjalan lancar,” ungkap Heru.
Pengawasan proyek dilakukan oleh konsultan manajemen konstruksi Yodya – Virama KSO untuk menjamin mutu dan ketepatan pelaksanaan. Sekolah Rakyat yang direnovasi ini merupakan bangunan lama yang telah berdiri sejak beberapa dekade lalu dan saat ini dinilai sudah tidak layak untuk kegiatan belajar-mengajar secara maksimal.
Program ini tidak hanya menargetkan pembaruan bangunan fisik, namun juga menjadi model revitalisasi sekolah rakyat berbasis infrastruktur berkelanjutan. Pemerintah pusat berharap, hasil dari proyek ini dapat memperbaiki kualitas pendidikan dasar di wilayah pedesaan sekaligus menjadi proyek percontohan nasional.
Sumber dari Kementerian PUPR menyebutkan bahwa proyek ini adalah bagian dari strategi jangka panjang dalam pemerataan pembangunan pendidikan.
“Pendidikan tidak boleh tertinggal hanya karena lokasi geografis. Ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan semua anak Indonesia mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” terang seorang pejabat dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Warga Dusun Kemantren menyambut antusias renovasi sekolah ini. Beberapa orang tua berharap anak-anak mereka akan bisa belajar dalam kondisi ruang kelas yang lebih aman dan nyaman.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, sekolah rakyat di Mojokerto ini akan menjadi simbol baru semangat pemerataan pendidikan berbasis desa.
