Madiun – Seperti duta tak resmi, para relawan dari berbagai negara membawa nama Kota Madiun melintasi batas benua. Pemerintah Kota Madiun kini menggandeng para turis-relawan dari platform Worldpacker untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisatanya ke dunia internasional, selaras dengan visi “Kota Madiun Maju Mendunia.”
Program kolaboratif Worldpacker yang berbasis pertukaran kerja dengan akomodasi, menghadirkan relawan asal Inggris, Maroko, Mesir, dan China untuk tinggal dan beraktivitas di Kota Madiun. Mereka tak hanya bekerja membantu masyarakat lokal, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas kebudayaan, menciptakan hubungan lintas budaya yang bermakna dan mendalam.
“Ada relawan Worldpacker asal Inggris, Maroko, Mesir, dan China yang datang ke Kota Madiun.
Mereka tinggal beberapa hari dan melakukan sejumlah kegiatan untuk mengenal kehidupan lokal selama beberapa hari. Hal itu menjadi peluang untuk promosi potensi Kota Madiun untuk dikenal dunia,” ujar Suwarno, Kepala Bappelitbangda Kota Madiun, Sabtu (10/5/2025).
Suwarno menekankan bahwa kehadiran para relawan ini menjadi sarana promosi yang efektif dan alami. Ia juga berpesan kepada para camat, lurah, dan warga agar memberikan pelayanan terbaik, sehingga relawan merasa nyaman dan terdorong menyebarkan kesan positif tentang Madiun kepada dunia.
Salah satu relawan, Milly Orgill asal Inggris, telah seminggu berada di Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo. Di sana, ia mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Alam TK Islam Al Huda dan aktif mengikuti beragam kegiatan budaya seperti membatik, menari tari Gambyong, mengenal karawitan, hingga membuat kuliner tradisional.
Melalui pendampingnya, Milly menyampaikan kegembiraannya. Ia merasa mendapat pengalaman unik dan memperkaya, baik secara budaya maupun sosial selama berada di Madiun. Keberagaman dan keramahan masyarakat setempat membuatnya merasa diterima dengan hangat.
Sri Wahyuni, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Ngegong, berharap program seperti ini terus berlanjut dan makin banyak relawan dari luar negeri yang datang. “Semoga ke depannya makin banyak relawan asing yang datang ke Kota Madiun dan ikut mengenal budaya kita,” ucapnya.
Program Worldpacker bukan hanya memperkenalkan Madiun sebagai destinasi wisata, tapi juga memperkuat posisi kota ini sebagai titik temu peradaban lintas budaya. Madiun kini tak sekadar dikenal karena kulinernya, tapi juga sebagai tempat pertukaran pengalaman dan nilai kemanusiaan global.
