Jakarta – Sebuah angin segar berembus dari hasil survei terbaru Poltracking yang menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto setelah satu tahun masa pemerintahannya. Dengan angka kepuasan mencapai 78,3 persen, hasil ini disebut sebagai refleksi kepercayaan tinggi masyarakat terhadap arah kepemimpinan nasional saat ini.
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyambut positif temuan tersebut. Ia menilai survei ini mencerminkan apresiasi atas langkah-langkah nyata yang telah dilakukan pemerintah, terutama dalam merespons kebutuhan rakyat kecil. Eddy menyebut angka hampir 80 persen itu adalah indikator kuat dari harapan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Dengan segala dinamika politik yang terjadi, Presiden Prabowo membuktikan kinerjanya mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Kepercayaan publik yang hampir mencapai 80 persen ini menunjukkan masyarakat menaruh harapan besar pada kepemimpinan Presiden Prabowo,” kata Eddy dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Menurut Eddy, berbagai program yang dijalankan pemerintahan saat ini seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Layanan Kesehatan Gratis menjadi kunci utama meningkatnya kepuasan publik. Ia menyebut program-program ini menjangkau langsung masyarakat miskin dan menjadi motor penggerak ekonomi mikro.
“Mulai dari MBG, Sekolah Rakyat hingga Layanan Kesehatan Gratis adalah program yang secara langsung diberikan pada mereka yang membutuhkan sekaligus menjadi stimulasi bergeraknya ekonomi di level bawah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Eddy juga menyoroti keberpihakan pemerintah terhadap petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat miskin. Ia menyebut konsep “no one is left behind” dijalankan secara konkret melalui penghapusan utang UMKM serta pemberian fasilitas pendidikan menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“No one is left behind. Petani, UMKM dihapus hutangnya ke Bank. Warga miskin bisa sekolah boarding school dengan fasilitas lengkap dengan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Meski hasil survei menunjukkan tren positif, Eddy tak menampik masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, seperti penyerapan tenaga kerja dan kestabilan harga kebutuhan pokok. Ia mengungkapkan bahwa program magang dan bantuan langsung tunai (BLT) yang menyasar 140 juta penerima menjadi respons pemerintah menghadapi tantangan ini.
“Pemerintah bertindak cepat meringankan beban masyarakat melalui program magang dan BLT yang diberikan untuk 3 bulan ke depan,” ujarnya.
Sebagai akademisi lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Eddy menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kementerian dan lembaga dalam mewujudkan visi-misi Presiden Prabowo. Ia menyebut contoh konkrit respons Presiden terhadap aspirasi publik adalah keputusan untuk membatalkan rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
“Presiden Prabowo sudah memberikan contoh bagaimana beliau mendengarkan masukan dari masyarakat dan kemudian diimplementasikan dalam kebijakan,” jelas Eddy.
Ia berharap agar semangat yang ditunjukkan Presiden ini diikuti pula oleh para pembantu di kabinet agar kebijakan benar-benar menyentuh dan memberi dampak langsung pada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik, pemerintahan Prabowo-Gibran kini berada di atas angin untuk meneruskan agenda-agenda prioritas nasional yang berorientasi pada pemerataan dan keadilan sosial.
