Mojokerto– Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro memimpin langsung peninjauan harga bahan pokok di tiga pasar tradisional dan modern di Kota Mojokerto, Rabu (20/12) pagi. Tiga titik pasar tersebut adalah Pasar Prajuritkulon, Pasar Tanjung Anyar dan Sanrio swalayan Mojokerto.
Peninjauan harga bahan pokok di tiga titik ini merupakan upaya nyata yang dilakukan Pemkot Mojokerto dalam mengantisipasi melambungnya harga sejumlah bahan pokok (bapok) jelang Natal dan tahun baru (Nataru).Usai sidak, Pj Wali kota Ali Kuncoro menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Diskopukmperindag untuk melakukan pemantauan langsung pergerakan sejumlah harga bahan pokok.
“Indeks perubahan harga di kota Mojokerto per hari ini hanya sebesar 1,83 persen. Rata-rata masih stabil, baik itu beras atau kebutuhan pokok lainnya” ujarnya.
Namun tidak dipungkiri, terdapat sejumlah bahan pangan yang mengalami lonjakan harga. Seperti cabai rawit merah berada pada kisaran Rp 70 ribu-Rp 75 ribu per kilogram (kg). Kenaikan pada komoditas tersebut tidak hanya di Kota Mojokerto, melainkan juga hampir di seluruh daerah. Sehingga ini juga menjadi atensi Mendagri.
“Tapi insyaAllah dalam waktu dekat akan terjadi penurunan secara signifikan. Karena sebentar lagi akan ada panen raya di daerah-daerah penghasil cabai,” terangnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melalui juga telah melakukan sejumlah upaya. Misalnya melalui RPK (Rumah Pangan Kita) dan Pracangan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), berkolaborasi dengan Bulog dan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat).
“Kita targetnya sampai Februari akan ada 25 titik. Saat ini sudah ada 5 yang beroperasi. Kita harapkan ketika ada kenaikan, kita bisa mengintervensi lewat Pracangan TPID,” pungkas Ali Kuncoro.
Meninjau Pasar Prajurit Kulon
Pada kunjungan pertamanya, Pj Wali kota Ali Kuncoro meninjau Pasar Prajurit Kulon yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Mojokerto. Di pasar ini, ia memantau harga sejumlah bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, dan ayam.
Dari hasil pemantauannya, harga beras masih stabil di kisaran Rp 10 ribu-Rp 11 ribu per kilogram. Begitu pula dengan gula, minyak goreng, dan daging sapi. Sedangkan untuk harga ayam, mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu.
“Kenaikan harga ayam ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti cuaca dan permintaan yang meningkat menjelang Nataru,” ujar Ali Kuncoro.
Meninjau Pasar Tanjung Anyar
Pada kunjungan berikutnya, Pj Wali kota Ali Kuncoro meninjau Pasar Tanjung Anyar yang merupakan pasar tradisional yang terletak di kawasan pesisir. Di pasar ini, ia memantau harga sejumlah bahan pokok, seperti ikan, sayur-mayur, dan buah-buahan.
Dari hasil pemantauannya, harga ikan masih stabil, bahkan ada beberapa jenis ikan yang mengalami penurunan harga.
Harga sayur-mayur juga masih stabil, namun ada beberapa jenis sayur yang mengalami kenaikan harga. Sedangkan untuk harga buah-buahan, mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu.
“Kenaikan harga buah-buahan ini disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu,” ujar Ali Kuncoro.
Meninjau Sanrio Swalayan
Pada kunjungan terakhirnya, Pj Wali kota Ali Kuncoro meninjau Sanrio Swalayan yang merupakan swalayan modern yang terletak di pusat Kota Mojokerto. Di swalayan ini, ia memantau harga sejumlah bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, ayam, dan telur.Dari hasil pemantauannya, harga beras di swalayan ini masih lebih tinggi dibandingkan di pasar tradisional. Harga gula, minyak goreng, dan daging sapi juga masih lebih tinggi dibandingkan di pasar tradisional. Sedangkan untuk harga ayam dan telur, sama dengan harga di pasar tradisional.
“Harga bahan pokok di swalayan memang lebih tinggi dibandingkan di pasar tradisional. Hal ini disebabkan oleh biaya operasional yang lebih tinggi,” ujar Ali Kuncoro.
