Sangatta – Perumda PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur gelar groundbreaking pembangunan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK), Jumat (31/5/2024).
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dan Forkopimda Kutim.Bupati Ardiansyah mengungkapkan bahwa ide pembangunan pabrik AMDK ini sudah lama direncanakan. Menurutnya sudah saatnya membangun produk air minum kekinian di Kutai Timur.
“Pertama, PDAM sudah membuat 3 contoh air minum langsung dari Kran. Hal ini saya terinspirasi saat kunjungan ke Jimbrana, Bali, di mana mereka berhasil memanfaatkan air laut untuk dijadikan air minum langsung,” ungkap Bupati.
Kedua, adalah ide darinya untuk membuat air minum dalam kemasan. Menurutnya, PDAM Kutim memilki dapat memenuhi kebutuhan air minum dalam kemasan ini.
“Kita tau, bahwa memenuhi kebutuhan air di sektor pemerintahan harus pakai air kemasan dari luar. Kalau kita bisa kenapa tidak,” ujarnya.
Bupati Ardiansyah juga menambahkan bahwa PDAM dapat menambahkan pundi-pundi PAD dari AMDK ini.
“Dengan adanya inovasi ini, kita yakin bisa menambah (PAD) Kutai Timur,” tambahnya.
Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Tuah Benua, Suparjan, menjelaskan lebih lanjut tentang rincian proyek ini.
“Rencana pengerjaan pabrik akan memakan waktu 150 hari, dimulai sejak 17 April 2024 hingga 13 September 2024. Luas bangunan direncanakan 15 meter x 30 meter dengan tinggi 8,5 meter. Kapasitas produksi mencapai 23.400 liter per hari,” terangnya.
Suparjan juga menambahkan bahwa dana pembangunan berasal dari anggaran perumda dan peresmian pabrik rencana diadakan pada bulan Agustus 2024.
“Kami berharap produksi air dalam kemasan ini dapat memenuhi kebutuhan air dalam kemasan di lingkungan pemerintah dan perusahaan di Kutim,” harapnya.
Produk yang akan dihasilkan memiliki varian kemasan botol 330 ml dan gelas 240 ml, dengan kapasitas produksi mencapai 100 dus per hari. Nama merk produk masih belum ditentukan dan akan disayembarakan agar menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur.
Suparjan menekankan pentingnya muatan lokal dalam merek air dalam kemasan ini, sehingga nama Kutai Timur dapat terangkat.
“Kami ingin memastikan bahwa produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kutai Timur,” tutupnya.
