Bondowoso – Di tengah denyut aktivitas masyarakat yang tak pernah berhenti, bahan bakar menjadi nadi yang menentukan kelancaran segalanya. Ketika sebagian SPBU di Bondowoso sempat kesulitan menyediakan Pertamax, kekhawatiran warga pun merebak. Menjawab situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat dengan menyiapkan tambahan pasokan besar demi menjaga ketersediaan energi di wilayah tapal kuda Jawa Timur itu.
Dalam beberapa hari terakhir, distribusi Pertamax di sejumlah SPBU Bondowoso mengalami penyesuaian akibat kondisi stok. Situasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat pada Jumat (9/1/2026), ketika antrean kendaraan mulai memanjang dan sebagian pengendara harus berpindah SPBU untuk mencari bahan bakar. Menyikapi hal tersebut, Pertamina memastikan langkah antisipatif segera dijalankan agar pasokan kembali normal dan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan strategi build up stock dalam waktu dekat.
“Sebagai upaya normalisasi, dalam dua hari ke depan akan dilaksanakan build up stock untuk mencukupi kebutuhan Pertamax di Bondowoso,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).
Ia menerangkan, peningkatan stok ini dilakukan bersamaan dengan pengaturan ulang jalur distribusi. Sambil menunggu kedatangan pasokan utama, Pertamina melakukan alih suplai dari Terminal BBM Surabaya agar SPBU yang mengalami kendala tidak terlalu lama kosong. Langkah ini bersifat sementara, namun dinilai efektif untuk menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
Pasokan tambahan yang dinantikan berasal dari kapal pengangkut Pertamax yang dijadwalkan sandar pada 13 Januari 2026. Kapal tersebut membawa muatan sekitar 2.000 kiloliter Pertamax yang akan disalurkan melalui Terminal BBM Tanjungwangi di Banyuwangi, yang selama ini menjadi titik suplai utama bagi Bondowoso dan wilayah sekitarnya. Setelah tiba, distribusi akan dipercepat dengan prioritas pengiriman ke SPBU yang sebelumnya mengalami keterbatasan stok.
“Pengiriman akan kami fokuskan ke SPBU yang paling terdampak, dengan peningkatan intensitas distribusi. Terminal BBM beroperasi 24 jam untuk menjamin pasokan BBM di Bondowoso dan sekitarnya tetap aman,” kata Ahad.
Selain menambah pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan kebijakan mitigasi di tingkat penyaluran. Prioritas pengisian diberikan kepada konsumen kendaraan bermotor, sementara pengisian untuk konsumen non-kendaraan dibatasi. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah praktik pelangsiran dan memastikan BBM benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meredakan keresahan masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi daerah tetap berjalan normal. Pertamina pun mengimbau warga agar membeli BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan kerja sama antara penyedia energi dan masyarakat, distribusi Pertamax di Bondowoso diharapkan kembali stabil dan kondusif dalam waktu dekat.
