Jember – Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Jember, Ainur Rofiq, bertemu dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, Ervan Friambodo, di RM Lestari, Kamis (15/10/2026). Pertemuan tersebut membahas arah pembinaan dan masa depan olahraga bulu tangkis di Kabupaten Jember.
Dalam pertemuan itu, Ervan Friambodo yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengkab PBSI Jember selama tiga periode memberikan sejumlah masukan positif untuk memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan atlet, serta mendorong prestasi bulu tangkis Jember ke depan.
Ervan menegaskan, kemajuan olahraga membutuhkan dua faktor utama, yakni semangat dan kemauan yang kuat serta dukungan anggaran yang memadai.
Menurutnya, prestasi olahraga, khususnya bulu tangkis, tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang panjang, kerja keras, konsistensi, serta dukungan berbagai pihak agar atlet mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya pernah menjadi Ketua Pengkab PBSI Jember selama tiga periode. Untuk memajukan olahraga, yang pertama dibutuhkan adalah kemauan atau semangat, dan yang kedua adalah anggaran,” ungkap Ervan.
Ia menambahkan, pencapaian prestasi membutuhkan mekanisme pembinaan yang terencana dan berkelanjutan. Karena itu, pengurus harus mampu membangun fondasi yang kuat, mulai dari penjaringan atlet potensial, peningkatan kualitas latihan, hingga persiapan menghadapi berbagai kompetisi.
Sementara itu, Ketua PBSI Jember Ainur Rofiq menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis yang berlangsung mulai Kamis (15/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026).
Turnamen tersebut diikuti 15 klub dengan total sekitar 150 atlet dari berbagai kelompok pembinaan di Kabupaten Jember.
Menurut Ainur, Kejurkab menjadi salah satu langkah strategis PBSI Jember untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Tujuan Kejurkab ini adalah mencari bibit-bibit unggul yang ada di Kabupaten Jember. Nantinya, atlet-atlet potensial tersebut akan dipersiapkan untuk mengikuti POPDA di Ngawi tahun 2026,” kata Ainur Rofiq.
Melalui penyelenggaraan Kejurkab tersebut, PBSI Jember berharap dapat memetakan kemampuan atlet sekaligus memberikan ruang kompetisi bagi para pemain muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya.
Pertemuan antara Ainur Rofiq dan Ervan Friambodo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PBSI dan KONI Jember, terutama dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah.
Dengan dukungan organisasi, semangat atlet, kompetisi yang berkelanjutan, serta ketersediaan anggaran, bulu tangkis Jember diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
