Sangatta – Sejumlah 175 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pelaku Usaha di Kutai Timur mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Kegiatan digelar selama dua hari yakni 29 dan 30 Mei 2024. Narasumber utama, Wahyu Ilahi dan Taufiq dari DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur, memberikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya perizinan berusaha dan pelaporan investasi.
Kepala DPMPTSP Kutai Timur, Darsafani menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan realisasi investasi. Menurutnya, realisasi investasi di Kutai Timur terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun didominasi oleh sektor tambang dan perkebunan.
“Kami berupaya mempermudah proses perizinan dengan mendesain aturan yang lebih sederhana, transparan, dan cepat,” ujar Darsafani kepada GOnews.id di Lokasi, Kamis (30/5/2024).
Bimbingan teknis ini tidak hanya sekadar penyuluhan tetapi juga menjadi wahana interaktif bagi para pelaku UMKM untuk memahami dan mengaplikasikan peraturan yang ada.
“Penyampaian laporan kinerja usaha adalah bagian dari model pengawasan yang sifatnya bottom-up, di mana pelaku usaha langsung menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal atau LKPM setiap tiga bulan untuk usaha menengah dan besar, serta setiap enam bulan untuk usaha mikro dan kecil,” jelas Darsafani.
Acara ini diharapkan dapat membantu para UMKM dan Pelaku Usaha untuk lebih sukses dalam menjalankan usaha mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat di Kutai Timur. Darsafani juga menambahkan bahwa kegiatan Bimtek ini adalah gelombang pertama dari empat gelombang yang direncanakan sepanjang tahun 2024, dengan setiap gelombang diikuti oleh 175 pelaku usaha.
“Gelombang kedua akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang,” imbuhnya. Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal hingga triwulan pertama tahun 2024, Kutai Timur telah mencapai realisasi investasi sebesar 2,59 triliun rupiah, atau sekitar 21,15 persen dari target tahunan sebesar 12,23 triliun rupiah dan 28,74 persen dari target renstra DPMPTSP sebesar 9 triliun rupiah.
Para peserta Bimtek, yang berasal dari berbagai sektor usaha, merespon positif kegiatan ini. Mereka berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM di Kutai Timur.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi pelaku usaha seperti kami,” ungkap Ridwan Daeng.
Dalam suasana penuh semangat dan antusiasme, para pelaku usaha terlihat aktif berpartisipasi dan berdiskusi dengan para narasumber, menandakan bahwa harapan akan kemajuan UMKM di Kutai Timur semakin nyata. Dengan adanya dukungan dan pendampingan seperti ini, diharapkan sektor UMKM dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
