Perilaku repetitif atau pengulangan tindakan sering terlihat pada anak-anak, mulai dari mengulang kata-kata, gerakan tubuh, hingga mengikuti rutinitas secara ketat. Banyak orangtua langsung mengaitkan hal ini dengan gangguan perkembangan seperti autism spectrum disorder (ASD), ADHD, atau bahkan obsessive-compulsive disorder (OCD). Namun, tidak semua anak dengan perilaku repetitif pasti mengalami gangguan medis (NHS UK, 2023).
Jenis-Jenis Perilaku Repetitif pada Anak
Menurut Desi Hariana (2023) dan didukung oleh informasi dari Brain Balance Centers, terdapat beberapa bentuk perilaku repetitif yang umum ditemukan:
- Mengulang kata atau frasa secara terus-menerus, seperti memanggil nama seseorang berkali-kali.
- Stimming, yakni gerakan tubuh berulang seperti mengibas tangan, menggoyang tubuh, atau mengangkat jari.
- Obsesi terhadap objek tertentu, seperti angka, huruf, atau jadwal.
- Rutinitas harian yang sangat kaku, seperti mandi dan berpakaian di waktu yang sama setiap hari.
Perilaku-perilaku ini bisa menjadi cara anak mengelola kecemasan atau memberi rasa aman melalui struktur yang konsisten (Brain Balance, 2023).
Kapan Orangtua Perlu Waspada
Tidak semua perilaku repetitif merupakan tanda gangguan, namun orangtua perlu lebih waspada jika:
- Perilaku mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan belajar atau bersosialisasi.
- Muncul risiko terhadap keselamatan, misalnya memukul kepala atau melempar barang (NHS UK, 2023).
- Perilaku berlangsung lama dan sulit diubah, meski sudah ada usaha dari orangtua.
- Intensitasnya sangat tinggi hingga membuat orangtua kewalahan memahami anak.
Dalam kasus ini, evaluasi lebih lanjut oleh dokter anak atau psikolog klinis sangat dianjurkan untuk mengetahui apakah anak memerlukan dukungan atau intervensi khusus (Hariana, 2023).
Perilaku Repetitif Bisa Jadi Tanda Awal Autisme
Salah satu tanda khas anak dengan ASD adalah perilaku repetitif, terutama bila disertai dengan kesulitan komunikasi dan interaksi sosial. Mengenali tanda-tanda ini sejak dini memungkinkan deteksi dan penanganan lebih cepat, sehingga anak mendapatkan dukungan optimal (NHS UK, 2023).
Waspada Bukan Panik
Perilaku repetitif tidak selalu buruk, namun perlu perhatian jika mengganggu fungsi anak. Pemahaman dan keterlibatan aktif orangtua sangat penting dalam mengamati, mencatat, dan berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk pertumbuhan anak yang sehat.
