Sangatta– Hiruk pikuk pagi di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur tak seperti biasanya. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melaksanakan gladi bersih menjelang upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang jatuh pada Rabu (1/10/2025).
Dengan tema nasional “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, sekitar 200 peserta dari pelajar, perangkat daerah, unsur TNI/Polri, hingga jajaran sekretariat kabupaten, ikut serta dalam gladi yang digelar Selasa (30/9/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Kutim untuk menyelenggarakan upacara yang khidmat, tertib, dan bermakna.
“Upacara nanti akan melibatkan 200 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, PD, hingga TNI dan Polri. Gladi bersih ini sangat penting agar semua peserta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan Hari Kesaktian Pancasila dapat berlangsung dengan tertib dan khidmat,” ujar Hapiah, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Kesbangpol Kutim.
Menurut Hapiah, gladi bukan sekadar simulasi teknis, tapi juga wadah penguatan nilai kebangsaan, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap momen ini bisa menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya simbol negara, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Selain gladi, berbagai persiapan teknis lain juga dilakukan, termasuk pengecekan peralatan upacara, sistem suara, hingga koordinasi protokoler antar instansi. Upacara dijadwalkan berlangsung pukul 07.30 Wita dan akan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kutim diharapkan menjadi refleksi bersama atas pentingnya mempertahankan ideologi bangsa di tengah tantangan zaman. Dengan kesiapan matang dari seluruh elemen yang terlibat, Pemkab Kutim optimistis upacara berjalan lancar dan menggugah semangat nasionalisme.
