Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) siap mendukung percepatan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mencapai target swasembada pangan nasional. Hal ini dibahas dalam audiensi antara Bupati Kukar Edi Damansyah dengan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian RI di ruang kerja Bupati Kukar, Selasa (18/03/2025).
Audiensi ini dihadiri oleh Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan RI, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, Dandim 0906 KKR Letkol Czi Damai Adi Setiawan, serta Kepala Dinas Pertanian Kukar, Muhammad Taufik. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Inti Pertiwi Nashwari menyampaikan bahwa peningkatan LTT padi menjadi prioritas Kementerian Pertanian, terutama di Kalimantan Timur, guna memastikan ketahanan pangan nasional.
“Saya sebagai penanggung jawab kegiatan swasembada pangan di Provinsi Kalimantan Timur hari ini menemui Bapak Bupati dalam kegiatan peningkatan luas tanam pada bulan Maret ini, khususnya di Kukar,” ujar Dr. Inti Pertiwi Nashwari.
Ia berharap Pemkab Kukar dapat berkolaborasi dengan Kementan RI untuk meningkatkan LTT padi pada periode Maret, April, dan Mei 2025. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sudah ada serta meningkatkan produksi beras daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan bahwa program pangan merupakan prioritas daerah yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
“Program pangan ini sudah menjadi prioritas kami di Kabupaten Kutai Kartanegara dan telah masuk dalam RPJMD 2021-2026. Kami siap berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan,” tegas Edi Damansyah.
Dalam pertemuan tersebut, Edi Damansyah juga mengusulkan agar lahan seluas 2.400 hektare di Kukar dijadikan lokasi program LTT padi. Kawasan ini terdiri dari lahan eksisting yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar dan dinilai memiliki potensi untuk mendukung produksi pangan nasional.
Namun, Edi juga menyoroti tantangan regenerasi petani di Kukar. Berdasarkan data statistik, jumlah rumah tangga petani di Kukar mengalami penurunan hampir 13 persen, yang menunjukkan bahwa mayoritas petani di daerah ini sudah berusia lanjut.
“Kalau melihat statistik, rumah tangga petani di Kukar mengalami penurunan tertinggi di Kalimantan Timur, hampir 13 persen. Ini menunjukkan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus kita atasi,” jelasnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan kolaborasi antara Pemkab Kukar dengan Kementerian Pertanian RI, diharapkan peningkatan luas tanam padi di Kukar dapat berjalan lancar dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (ADV).
