Bondowoso – Politik dan nilai spiritual dipadukan dalam sebuah tradisi baru yang mulai dibangun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso. Partai berlambang banteng moncong putih itu resmi menggelar pengajian dan selawatan rutin setiap Malam Jumat Manis sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai religius sekaligus mendekatkan partai dengan masyarakat.
Kegiatan perdana dilaksanakan di lantai atas Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Bondowoso dengan dihadiri pengurus partai, kader, simpatisan, tokoh agama, santri, serta masyarakat sekitar. Selain menjadi forum ibadah bersama, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang komunikasi yang lebih terbuka antara partai dan masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menjelaskan bahwa agenda rutin tersebut lahir dari aspirasi pengurus dan kader di tingkat akar rumput yang menginginkan sekretariat partai tidak hanya menjadi pusat kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat.
Berbeda dengan kegiatan keagamaan pada periode sebelumnya yang dilaksanakan secara berpindah-pindah, kali ini seluruh rangkaian pengajian dipusatkan di kantor sekretariat agar fungsi kantor partai semakin hidup sebagai tempat berkumpul, berdialog, dan mempererat silaturahmi.
Menurut Sinung, pengajian rutin tersebut merupakan implementasi nilai-nilai spiritual yang selalu ditekankan oleh Bung Karno, yakni menjaga keseimbangan antara hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan.
“Ini bagian dari ajaran Bung Karno yang menjadi acuan kami dalam berpolitik maupun tata kelola pemerintahan. Intinya, selain kita memperkuat habluminannas (hubungan antarmanusia), jangan sampai kita lupa untuk menjaga habluminallah (hubungan dengan Allah SWT),” ujar Sinung usai kegiatan.
Rangkaian pengajian dan pembacaan selawat dipimpin oleh Lora Ali Murtado yang juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso. Pemilihan Malam Jumat Manis sebagai waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan. Momentum tersebut dinilai memiliki makna religius dan kultural yang kuat bagi masyarakat Bondowoso maupun kawasan Tapal Kuda.
Tak hanya berisi kegiatan keagamaan, forum tersebut juga dikemas secara interaktif. Di sela-sela acara, para jamaah diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pandangan, masukan, maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dialog terbuka itu diharapkan mampu menjadi media bagi partai untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat komunikasi dengan kalangan santri, tokoh agama, dan warga dari berbagai latar belakang.
Melalui perpaduan antara pengajian, selawatan, dan ruang diskusi, DPC PDI Perjuangan Bondowoso ingin membangun budaya politik yang lebih humanis dan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan. Partai berharap kegiatan rutin tersebut mampu mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menegaskan bahwa politik tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga menjadi sarana pengabdian yang mengedepankan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan spiritualitas.
