Sidoarjo – Komitmen melestarikan kearifan lokal dan pengembangan pengetahuan tradisional menjadi sorotan utama dalam audiensi antara Persatuan Budayawan Jagad Suwung Nusantara (PBJSN) dan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, pada Senin (19/5/2025). Pertemuan berlangsung hangat di rumah dinas Wabup dan menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua PBJSN, Sayudi, menyampaikan urgensi pelestarian metode penyembuhan tradisional dan produksi jamu yang masuk dalam 10 objek pemajuan kebudayaan sesuai UU No. 5 Tahun 2017. Ia menilai bahwa sektor ini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat Sidoarjo.
“Pengembangan penyehat tradisional dan jamu ini sangat potensial dalam membuka lapangan pekerjaan baru dan mendorong warga Sidoarjo untuk berwirausaha,” ujar Sayudi dalam audiensi tersebut.
Sayudi juga mendesak pemerintah daerah agar tak hanya berhenti pada pelatihan, namun turut menjamin keberlanjutan peserta pelatihan melalui sertifikasi uji kompetensi, pelatihan produksi jamu berbasis standar, serta dukungan pemasaran baik secara digital maupun konvensional.
Menurutnya, pelatihan yang selama ini digelar belum memberikan hasil maksimal karena kurangnya tindak lanjut. Ia mengusulkan agar peserta yang telah dilatih mendapat pendampingan hingga benar-benar mandiri sebagai pelaku usaha.
Di sisi lain, PBJSN juga menyinggung tantangan sosial di kalangan remaja, seperti maraknya gangsterisme dan tawuran, sebagai akibat melemahnya pemahaman terhadap nilai budaya. Edukasi nilai-nilai luhur dan kearifan lokal dinilai perlu segera digencarkan.
“Edukasi budaya dan kearifan lokal harus segera diinjeksikan kepada generasi muda untuk menyeimbangkan pengaruh budaya asing yang negatif,” tegas Sayudi.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan apresiasinya atas langkah PBJSN. Ia menyatakan siap bersinergi dalam upaya pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Saya sangat mendukung apa yang telah disampaikan PBJSN. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mimik Idayana.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kerja sama konkret antara komunitas budaya dan pemerintah daerah, demi kemajuan Sidoarjo yang berbasis kearifan lokal dan budaya luhur.
