Jember – Bentang alam pesisir selatan Jember ibarat mozaik alam yang saling melengkapi. Dari pasir putih hingga pasir hitam, dari hutan hingga laut, potensi itu kini dirajut dalam satu arah kebijakan bersama. Pemerintah Kabupaten Jember, Perum Perhutani, dan PT Palawi Risorsis resmi menyepakati integrasi pengelolaan Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo sebagai langkah strategis pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kesepakatan tersebut dituangkan melalui Nota Kesepahaman yang menandai dimulainya pengelolaan terpadu dua destinasi unggulan Jember yang selama ini berdampingan secara geografis, namun terkelola secara terpisah. Integrasi ini mencakup penerapan sistem tiket masuk satu pintu atau one gate system yang akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2026 dengan tarif Rp12.500.
Langkah ini tidak terlepas dari posisi strategis Kabupaten Jember yang dianugerahi lanskap lengkap, mulai dari kawasan pesisir hingga lereng Pegunungan Argopuro. Kawasan hutan di wilayah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekosistem, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk wisata alam, wisata edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Wawan Tri Wibowo, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai tonggak baru pengelolaan pariwisata kehutanan dan pesisir di Jember. Ia menilai sinergi ini penting di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata serta tuntutan pengelolaan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami optimistis pariwisata Jember memiliki potensi untuk dikenal hingga tingkat global,” ujar Wawan Tri Wibowo.
Dalam kemitraan ini, PT Palawi Risorsis berperan sebagai mitra pengelola wisata Perhutani. Perusahaan tersebut dikenal memiliki pengalaman mengelola lebih dari seratus destinasi wisata alam di berbagai daerah di Indonesia, dengan pendekatan profesional, aman, tertib, dan tetap mengedepankan peran masyarakat lokal.
Direktur Utama PT Palawi Risorsis, Tedi Sumarto, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata di Jember. Menurutnya, Pantai Papuma merupakan salah satu destinasi unggulan yang selama ini telah dikelola Palawi, dan integrasi dengan Pantai Watu Ulo diharapkan mampu meningkatkan daya tarik serta kualitas layanan wisata secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan yang semakin baik dan berkelanjutan. Ke depan, pengunjung akan merasakan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan terintegrasi. Bahkan, akan ada kejutan khusus pada 1 Januari 2026 yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Jember,” kata Tedi.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa integrasi ini merupakan wujud dari cita-cita lama menjadikan Pantai Papuma dan Watu Ulo sebagai destinasi wisata kelas dunia. Ia menyoroti keunikan dua pantai yang berdampingan dengan karakter berbeda, yakni pasir putih di Papuma dan pasir hitam di Watu Ulo, yang disebutnya sebagai satu-satunya di Jawa Timur.
“Dengan kebersamaan dan pengelolaan yang terintegrasi, saya yakin Papuma dan Watu Ulo akan menjadi ikon pariwisata Jember yang mendunia,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, penguatan sektor pariwisata akan sejalan dengan potensi unggulan Jember lainnya, seperti cerutu, kopi, kakao, edamame, okra, hingga tape, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.
Integrasi pengelolaan Pantai Papuma dan Watu Ulo diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam mengelola destinasi wisata secara profesional, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal.
