Jember – Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi mengumumkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 yang berhasil menembus angka Rp1,024 triliun, pada press conference di Aula Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jember, Selasa (5/1/2026). Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah otonomi daerah di Kabupaten Jember.
Bupati Jember menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang dicapai tersebut. Menurutnya, capaian PAD pada tahun 2026 meningkat lebih dari 32 persen dibanding realisasi sebelumnya yang berada di kisaran Rp774 miliar. “Ini adalah kejutan luar biasa dan lompatan besar yang patut kita syukuri dan banggakan bersama,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa lonjakan PAD tersebut bukan hasil dari kenaikan tarif pajak kepada masyarakat. Sebaliknya, Pemkab Jember fokus pada strategi menutup kebocoran pendapatan dan meningkatkan efektivitas pemungutan potensi yang sudah ada.
“Kami melihat potensi besar pendapatan Jember tanpa harus menaikkan pajak. Pajak adalah jalan terakhir. Yang utama adalah menutup kebocoran dan meningkatkan efektivitas penarikan pendapatan, tanpa menekan masyarakat kecil,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung pengalaman di sektor retribusi pasar dan parkir, yang sebelumnya sempat mengalami penurunan pendapatan saat tarif dinaikkan tanpa perhitungan matang. Karena itu, Pemkab Jember mengambil kebijakan yang berpihak pada masyarakat, termasuk menurunkan kembali retribusi pedagang pasar tradisional ke tarif semula.
Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat sektor informal, terutama melalui program pemberdayaan PKL dan UMKM. Bentuk dukungan yang diberikan mencakup penyediaan gerobak usaha dan pengembangan kawasan kuliner lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, sektor pariwisata turut menjadi perhatian. Meskipun bukan kontributor utama PAD, pariwisata dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan, terutama di wilayah pesisir. Oleh karena itu, integrasi pengelolaan destinasi seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo menjadi salah satu strategi penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan di sana.
Dalam press conference tersebut, Bupati juga memastikan bahwa kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjadi prioritas dalam jalannya pemerintahan. Di tengah tren pemangkasan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) di sejumlah daerah lain, Kabupaten Jember justru mempertahankan TPP ASN dan bahkan meningkatkan rasio nilai TPP terhadap APBD.
“Pelayanan publik adalah ujung tombaknya ASN. Kalau ASN sejahtera, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ujarnya.
Pemkab Jember berharap pencapaian PAD di atas Rp1 triliun ini dapat menjadi fondasi kuat untuk pembangunan yang lebih merata, adil, dan berpihak pada perlindungan masyarakat kecil ke depannya. Capaian ini diharapkan juga dapat memacu kinerja seluruh perangkat daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
