Lombok – Mantan politisi Partai Gerindra Mori Hanafi yakin bahwa pasangan Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar (Amin) akan mendulang kemenangan di NTB.
Politisi yang kini berseragam partai Nasdem itu bahkan optimis jika pasangan Amin akan menang besar.
“Minimal 50 persen suara bakal diraup pasangan Amin. Baik di pulau Sumbawa maupun Lombok,” ujar Mori Hanapi pada awak media pada Sabtu (1/11/2023).
Bukan Tanpa Hitungan Prediksi Bersumber dari Survey
Bukan tanpa perhitungan, prediksi kemenangan tersebut bersumber dari sejumlah survey yang kata Mori menempatkan pasangan Amin di posisi teratas.
Ia memandang pilihan masyarakat NTB sebagian besar masih condong ke Anies-Cak Imin.
“Ketika kami turun, kami lihat dan rasakan juga kondisinya seperti itu,” ungkapnya
Caleg DPR RI dapil pulau Sumbawa dari partai Nasdem itu juga menuturkan jika pemilih NTB memiliki karakteristik atau ciri tersendiri dalam memilih figur Capres-Cawaperes.
Kata dia, di sisi lain, NTB yang sebelumnya merupakan basis masa salah satu capres (Prabowo Subianto), sebagian besar sudah berpindah ke pasangan Amin.
Migrasi pemilih Prabowo Subianto di NTB ke Anies menurut Mori sebab keputusan Prabowo mengambil Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapresnya.
Karena figure Jokowi tidak berterima di NTB. Hal itu terbukti dari perhelatan Pilpres 2014 dan 2019. Di mana Prabowo selalu menang telak dari Jokowi.
Menurut Mori Hanafi, efek elektoral Anies-Cak Imin di NTB juga memudahkan mesin partai untuk bergerak.
“Ini membuat kami lebih mudah mensosialisasikan pasangan Amin di NTB. Kami juga berharap besar ada efek ekor jas kepada suara partai,” tuturnya.
Pengamat Politik Dr Saipul Hamdi Turun Tangan dalam Peneitian
Terpisah, pengamat politik NTB Dr Saipul Hamdi membenarkan bacaan Mori terhadap pergeseran pemilih Prabowo. Kendati tidak signifikan, namun hal itu selalu memungkinkan
“Memang pasangan Anies-Cak Imin diuntungkan,” kata Saipul.
Penolakan pemilih NTB ke Prabowo setelah ia memilih putra tertua Jokowi Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres tidak terelakkan akan terjadi.
Terutama bagi pemilih yang anti Jokowi dan anti PDI Perjuangan. Di sisi lain, pemilih di NTB relatif cukup cepat bergeser atau berpindah.
Namun Saipul juga tidak menapikan basis suara Prabowo yang masih mengakar di NTB. Terlebih dengan dukungan organisasi NW Anjani ke partai Gerindra.
Pengajar ilmu politik di Universitas Mataram itu menuturkan jika mesin partai koalisi pasangan Prabowo-Gibran juga memiliki kekuatan yang signifikan.
“Ya, paling tidak Prabowo akan mampu mempertahankan 50 persen suaranya saja sudah sangat bagus,” paparnya.
