Pasuruan – Ibarat menanam benih kebaikan sedikit demi sedikit, SMP Sains Rouna Islamic Boarding School menumbuhkan karakter siswa melalui program sederhana namun konsisten: One Week One Hadits.
Berlokasi di Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, sekolah ini menerapkan program hafalan hadits mingguan bagi seluruh siswa sejak awal masuk hingga lulus. Setiap murid ditargetkan menguasai minimal 100 hadits pilihan selama masa pendidikan. Program ini mulai dijalankan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Kepala SMP Sains Rouna, Intan Putri Nazila, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang agar mudah diterapkan tanpa membebani siswa.
“Program ini kami pilih untuk mendukung pendidikan karakter, karena itu menjadi fokus utama di sekolah kami. Hadits yang dipelajari bukan hanya dihafal, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Setiap pekan, siswa mempelajari satu hadits yang berkaitan langsung dengan perilaku sehari-hari. Materi diambil dari hadits-hadits populer, seperti riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
Metode bertahap ini membuat proses belajar terasa ringan, namun tetap terarah. Siswa tidak hanya diminta menghafal, tetapi juga membaca dan mengulang hadits setiap hari. Implementasinya terlihat nyata dalam aktivitas harian. Misalnya, saat ada siswa makan atau minum sambil berdiri, teman lain akan mengingatkan dengan hadits yang sedang dipelajari.
Pendekatan ini menjadikan hadits bukan sekadar hafalan, melainkan bagian dari budaya hidup di sekolah. Seluruh elemen, mulai dari guru hingga pembimbing asrama, turut mengawal konsistensi program agar berjalan efektif.
Guru SMP Sains Rouna, Muhammad Taufiq, menilai perubahan perilaku siswa mulai terlihat sejak program berjalan.
“Dampaknya cukup nyata. Murid menjadi lebih tertib dalam hal-hal sederhana, seperti makan sambil duduk, menjaga ucapan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” katanya.
Untuk menjaga kedisiplinan, sekolah juga menerapkan sistem setoran hafalan secara berkala. Hingga bulan ke-10 pelaksanaan, tercatat 19 siswa telah menghafal sekitar 25 hadits. Capaian ini menunjukkan bahwa metode bertahap mampu menjaga konsistensi sekaligus motivasi belajar siswa.
Model pembelajaran ini dinilai unik karena mengintegrasikan antara hafalan dan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan semacam ini masih jarang diterapkan secara konsisten di sekolah formal, terutama dengan target jangka panjang yang terukur.
Melalui program One Week One Hadits, SMP Sains Rouna berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang kuat. Konsistensi pembiasaan diyakini menjadi kunci agar nilai-nilai tersebut tetap melekat ketika siswa kembali ke masyarakat.
