Sangatta – Suasana GOR Kudungga pada Kamis (14/8/2025) dipenuhi sorak dukungan dan hentakan kaki pesilat yang mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Dewasa Seleksi Atlet IPSI Pra PORPROV 2025. Mengusung tema “Merawat Budaya, Menjunjung Tinggi Sportivitas Menuju Porprov VIII Kaltim 2026”, ajang ini menjadi titik penting bagi pencarian atlet terbaik yang akan mewakili Kutai Timur di tingkat provinsi tahun depan.
Ketua IPSI Kutai Timur, Sayed Umar, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memilih atlet unggulan yang siap bersaing di ajang pra-porprov dan Porprov VIII di Balikpapan. “Kami tidak hanya mencari juara, tetapi juga membentuk karakter, menjaga kelestarian budaya, serta meningkatkan kualitas pencak silat di Kutai Timur,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ajang seleksi ini dilaksanakan rutin setiap tahun dan di 2025 ada tiga agenda besar IPSI, termasuk kejuaraan ini.
Menurut Sayed, dari 18 perguruan pencak silat yang tergabung di IPSI Kutim, hanya 9 perguruan yang mengirimkan peserta untuk kategori tanding. Beberapa perguruan lainnya fokus pada seni bela diri atau jurus yang tidak masuk dalam kategori pertandingan resmi. “Tahun ini total ada 99 pesilat yang berlaga, terdiri dari 72 atlet putra dan 27 atlet putri,” jelasnya.
Ketua Panitia, Khairul Arifin, merinci keikutsertaan setiap perguruan, di antaranya Tapak Suci yang mengirim 30 atlet, SH Terate 17 atlet, Asad Putra 15 atlet, hingga PSCP dengan 6 atlet. Ia berharap dukungan dari Pemkab Kutim untuk terus mendorong pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus olahraga prestasi. “Pencak silat sudah mendunia. Kita harus terus melestarikannya dan mendorong atlet lokal agar berkiprah di level nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang seleksi, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antarperguruan. Para pesilat bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, selaras dengan tema yang diusung. Para penonton pun disuguhkan aksi jurus penuh teknik, mulai dari serangan cepat hingga tangkisan presisi.
Dengan semangat yang dibawa oleh 99 pesilat ini, IPSI Kutim optimistis mampu mengirim kontingen tangguh ke Porprov VIII Kaltim 2026. Lebih dari sekadar perebutan medali, ajang ini menjadi panggung pelestarian pencak silat sekaligus pembinaan atlet berkarakter.
