Sukabumi – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menyatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai HAM masih perlu ditingkatkan. Hal ini disampaikannya dalam kuliah umum bertajuk Penguatan HAM di Indonesia di Universitas Nusa Putra, Sukabumi, Rabu (19/3/2025).
“Setiap manusia harus selalu menanamkan nilai HAM dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga sudut pandang dan pengetahuan HAM harus diperkuat di dalam masyarakat yang multikultural ini,” ujar Natalius.
Menurutnya, ada tiga variabel utama yang harus ditanamkan dalam pemahaman HAM, yaitu sudut pandang, nilai kompetensi, dan pengetahuan tentang HAM. Ia menekankan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat maupun di dunia kerja, setiap individu harus mampu menerapkan prinsip HAM dalam setiap tindakan, keputusan, dan interaksi sosialnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap individu tidak hanya perlu memahami HAM dari sisi hukum, tetapi juga menerapkannya dalam nilai moral dan mental sehari-hari. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih menghargai hak-hak satu sama lain serta menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif.
Khusus bagi mahasiswa, Natalius menegaskan bahwa pengetahuan HAM sangat penting bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa. Ia berharap para mahasiswa yang kelak memasuki dunia pemerintahan dapat mengambil keputusan yang selalu berlandaskan nilai-nilai HAM.
“Pengetahuan mahasiswa tentang HAM harus ditingkatkan, karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan nasib bangsa ini ke depannya. Dengan memegang prinsip HAM, maka sikapnya akan baik, maupun sebaliknya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Natalius menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan generasi yang mengutamakan nilai HAM. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan mengalami masa peralihan kebijakan. Ia menargetkan bahwa pada periode 2030-2040, Indonesia harus mampu tampil di panggung dunia sebagai negara yang mengedepankan HAM dalam kebijakan nasionalnya.
“Di tahun 2045, Indonesia harus menjadi pemimpin dunia. Semua itu bisa tercapai jika kita memiliki calon-calon pemimpin yang memegang erat karakter, nilai, kompetensi, pengetahuan, dan prinsip HAM,” tegasnya.
Dengan memperkuat pemahaman HAM di seluruh lapisan masyarakat, Natalius berharap Indonesia dapat berkembang menjadi negara yang lebih berkeadilan, menjunjung tinggi hak asasi, dan siap bersaing di tingkat global.
