Surabaya – Dunia perhotelan Jawa Timur menunjukkan wajah baru kolaborasi melalui gelaran Marcomm Connect 2025, yang sukses digelar pada Selasa (22/7/2025) di Surabaya. Acara ini mempertemukan 16 hotel dari berbagai kota dengan media, komunitas kreatif, dan mitra bisnis dalam satu panggung inspiratif yang penuh inovasi.
Dimotori oleh hotel-hotel ternama seperti Aston Inn Jemursari, The Alana Surabaya, Quest Hotel Darmo, dan lainnya dari Malang, Batu, Sidoarjo, hingga Bojonegoro dan Kediri, Marcomm Connect menjadi ajang berbagi wawasan serta menjalin jaringan strategis lintas industri. Acara ini dibuka dengan marathon talkshow di stasiun radio Mercury Media Group yang mengupas strategi pemasaran hotel dan peluang sinergi bisnis.
Puncak acara menghadirkan Fahmi Adimara, Wakil Ketua Pelaksana Komite Ekraf Sidoarjo sekaligus digital content creator, dalam sesi berbagi pengalaman dan tips menciptakan konten digital yang engaging dan berdampak. Ia menyampaikan pentingnya storytelling dan konsistensi dalam membangun brand perhotelan di era digital.
“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan industri kreatif dan perhotelan saat ini. Kita tidak bisa berjalan sendiri,” ucap Fahmi Adimara dalam sesinya yang interaktif.
Panitia Marcomm Connect menegaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang temu ide dan peluang, bukan sekadar promosi. Para peserta terdiri dari perwakilan hotel, pelaku UMKM, media lokal, dan komunitas kreatif dari Surabaya dan sekitarnya.
“Marcomm Connect merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi antar hotel, komunitas kreatif, dan media. Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung untuk terus berkembang bersama,” kata perwakilan panitia dalam sambutan penutupnya.lo
Suasana acara dibuat santai namun tetap eksklusif, ditutup dengan penampilan dari The Vinyl Chick, listening café populer di Surabaya, yang menambah nuansa artistik dan kekinian dalam pertemuan tersebut.
Lewat Marcomm Connect 2025, para pelaku industri hotel di Jawa Timur tidak hanya menunjukkan solidaritas, tetapi juga komitmen untuk membangun ekosistem pariwisata yang adaptif, kolaboratif, dan lebih kreatif di tengah tantangan era digital dan kompetisi pasar yang semakin dinamis.
